Show simple item record

Topik : Dermatofitosis

dc.contributor.authorBudiono, Novericko Ginger
dc.contributor.authorSunartatie, Titiek
dc.contributor.authorIndrawati, Agustin
dc.contributor.authorPribadi, Eko Sugeng
dc.date.accessioned2026-07-01T00:16:08Z
dc.date.available2026-07-01T00:16:08Z
dc.date.issued2026-06
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173828
dc.description.abstractPraktikum ke-9 ini bertujuan untuk dapat mengisolasi dan mengidentifikasi jamur dermatofit. Mahasiswa diharapkan dapat mengambil sampel dari hewan yang diduga menderita dermatofitosis. Dermatofitosis pada hewan peliharaan adalah penyakit kulit dengan infeksi jamur pada struktur kulit organisme dengan keratin. Jamur yang menyebabkan penyakit ini adalah dermatofit. Tiga jenis dermatofit adalah zoofilik, geofilik, atau antropofilik. Genus jamur yang dikenal sebagai penyebab dermatofitosis yakni Microsporum, Trichophyton, Epidermophyton, Nannizzia, Lopophyton, Arthroderma, Paraphyton, dan Guarromyces. Dua genus pertama paling sering ditemukan pada anjing dan kucing. Dermatofitosis pada anjing dan kucing penting karena memiliki gejala klinis yang tidak spesifik (pleomorfik), menular, dan memiliki potensi zoonosis. Pada sebagian besar inang yang sehat, dermatophytosis adalah penyakit kulit yang sembuh dalam beberapa minggu hingga bulan. Kehadiran dermatofit tidak normal pada hewan, oleh karena itu, dapat menjadi indikasi penyakit pada hewan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherSekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB Universityid
dc.titlePanduan Praktikum Mata Kuliah Penyakit Bakterial Dan Mikalid
dc.titleTopik : Dermatofitosis
dc.typeArticleid
dc.subtypeLearning Objectid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record