IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Veterinary
      • Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Articles
      • Faculty of Veterinary
      • Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Laporan Kasus: Favus Pada Peternakan Ayam Pembibit

      Thumbnail
      View/Open
      Laporan Kasus (636.4Kb)
      Date
      2026-06
      Author
      Sunartatie, Titiek
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Dermatofitosis merupakan infeksi cendawan superfisial pada jaringan yang mengandung keratin seperti kulit, rambut, dan kuku, yang disebabkan oleh kelompok kapang dermatofita. Tiga genus utama kapang dermatofita sebagai agen dermatofitosis adalah Microsporum, Trichophyton, dan Epidermophyton (Ahmed et al. 2023). Berdasarkan habitatnya, kapang dermatofita dikelompokkan menjadi antropofilik, kapang ini lebih menyukai jaringan manusia; zoofilik menyukai jaringan hewan dan geofilik menyukai tanah sebagai habitatnya. Kapang ini memiliki kemampuan bertahan lama di lingkungan dan menjadi sumber infeksi, terutama pada kondisi lembab, sehingga mempermudah penyebaran pada unggas maupun inang lain (Moksaluk dan Woude 2023). Penyakit ini bersifat zoonosis dan dapat ditularkan melalui kontak langsung maupun tidak langsung dengan sumber infeksi, termasuk hewan ternak dan lingkungan yang terkontaminasi spora kapang (Gupta et al. 2025). Pada hewan, infeksi ini umumnya dikenal sebagai ringworm dan ditandai dengan lesi kulit berupa alopesia, eritema, dan kerak. Salah satu spesies dermatofita yang penting pada unggas adalah Microsporum gallinae. M. gallinae dikenal sebagai penyebab favus pada ayam. Kapang ini bersifat zoofilik dengan inang utama unggas, namun juga dapat menginfeksi mamalia lain seperti kucing, anjing, dan bahkan manusia meskipun kasusnya jarang. Infeksi M. gallinae biasanya ditandai dengan terbentuknya lesi bersisik warna putih atau kerak putih pada area dengan sedikit bulu, jengger, dan pial, serta dapat menyebar ke bagian tubuh lain pada kasus berat (Thongkam et al. 2022). Secara umum, dermatofitosis merupakan penyakit yang cukup sering ditemukan pada hewan domestik, dengan prevalensi yang bervariasi tergantung spesies dan kondisi lingkungan (Lopes et al. 2024). Namun, kasus yang disebabkan oleh M. gallinae tergolong jarang dibandingkan spesies lain seperti: M. canis. Infeksi M. gallinae lebih sering dilaporkan pada unggas di daerah dengan sistem pemeliharaan intensif. Penularan terjadi melalui kontak langsung antar hewan, fomites (kandang, alat, litter), dan spora yang bertahan lama di lingkungan. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173827
      Collections
      • Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [131]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository