Show simple item record

dc.contributor.authorMondiani, Yeni Quinta
dc.date.accessioned2026-06-30T02:39:05Z
dc.date.available2026-06-30T02:39:05Z
dc.date.issued2026-06
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173774
dc.description.abstractPenyakit demielinisasi dan inflamasi sistem saraf pusat dan tepi merupakan kelompok kondisi neurologis yang ditandai oleh kerusakan pada selubung mielin atau peradangan akut pada sumsum tulang belakang dan akar saraf perifer. Dua variasiklinis yang paling relevan dalam kelompok ini dan sering dijumpai dalam praktik neurologi maupun neuropediatri adalah Transverse Myelitis (TM) dan Sindrom Guillain-Barré (GBS). Transverse Myelitis adalah sindrom inflamasi fokal pada korda spinalis yang dapat timbul akibat berbagai etiologi, mulai dari idiopatik, pasca-infeksi, penyakit autoimun sistemik, hingga sebagai manifestasi awal penyakit demielinisasi seperti Multiple Sclerosis (MS) atau Neuromyelitis Optica Spectrum Disorder (NMOSD). Secara global, insiden TM diperkirakan 1–8 kasus per juta penduduk per tahun, dengan distribusi bimodal pada usia 10–19 tahun dan 30–39 tahun. Pengenalan dini TM menjadi sangat penting karena prognosis yang sangat bervariasi: sepertiga pasien pulih sempurna, sepertiga mengalami defisit residual, dan sepertiga lainnya tidak menunjukkan perbaikan yang berarti. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherFakultas Kedokteran dan Gizi IPB Universityid
dc.titleTinjauan Pustaka Penyakit Demielinisasi Dan Inflamasi Sistem Saraf: Transverse Myelitis Dan Sindrom Guillainbarréid
dc.typeArticleid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record