Inflamasi pada Preeklampsia
Abstract
Preeklampsia merupakan suatu sindrom spesifik pada kehamilan yang bersifat
multisistem dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas
maternal dan perinatal di seluruh dunia. Preeklampsia ditandai dengan munculnya
hipertensi baru setelah usia kehamilan 20 minggu yang disertai proteinuria dan/atau
disfungsi organ maternal maupun disfungsi uteroplasenta. Seiring perkembangan ilmu
pengetahuan, konsep preeklampsia tidak lagi hanya dipandang sebagai gangguan
hipertensi yang disertai proteinuria, tetapi sebagai suatu kelainan kompleks yang
melibatkan berbagai organ tubuh ibu dan plasenta (Brown et al., 2018; Fox et al.,
2019; Tanner et al., 2022).
Meskipun etiologi preeklampsia belum sepenuhnya dipahami, bukti yang terus
berkembang menunjukkan bahwa gangguan adaptasi imun maternal dan respons
inflamasi yang berlebihan berperan penting dalam patogenesis penyakit ini.
Preeklampsia saat ini dipandang sebagai suatu kondisi yang ditandai oleh aktivasi
inflamasi sistemik maternal, disfungsi endotel, serta gangguan perkembangan dan
fungsi plasenta. Kegagalan tercapainya toleransi imun maternal terhadap unit
fetoplasenta dapat menyebabkan gangguan invasi trofoblas dan remodeling arteri
spiralis, sehingga memicu hipoksia plasenta dan pelepasan berbagai mediator
proinflamasi ke dalam sirkulasi maternal. Kondisi tersebut selanjutnya memperberat
respons inflamasi sistemik dan berkontribusi terhadap munculnya manifestasi klinis
preeklampsia. Oleh karena itu, pemahaman mengenai dinamika respons inflamasi
selama kehamilan normal maupun patologis menjadi penting untuk menjelaskan
mekanisme terjadinya preeklampsia (Laresgoiti-Servitje, 2013; Karrar et al., 2024) ...
Collections
- Medicine [123]

