Show simple item record

dc.contributor.authorPriyono, Agus
dc.date.accessioned2026-06-23T06:14:39Z
dc.date.available2026-06-23T06:14:39Z
dc.date.issued2026-06
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173604
dc.description.abstractDr. Kunto Wijoyo mengatakan bahwa di dunia ini hanya ada dua peradaban, peradaban yang berbasis masjid dan perdaban berbasis pasar. Orang di pasar diukur kehormatannya dari materi sedangkan di masjid diukur kehormatannya dengan takwa. Peradaban pasar nilai dasarnya adalah materi. Orang dihargai di pasar bila punya banyak harta. Penguasa pasar adalah yang punya akumulasi kekayaan yang disebut modal. Abad pertengahan Eropa sebelum revolusi industri, modal direpresentasikan dengan kepemilikan sapi. Para tokoh penguasa pasar waktu itu disebutِ ‘cowboy’.ِ Saatِ itu,ِ orangِ Eropaِ menghitunngِ sapiِ denganِ satuanِ kepala,ِ bukan ekor. Mungkin ini alasan historis sehingga sampai hari ini bangsa Eropa (baca: Barat) menjadi kepala (baca: pemimpin) peradaban, sedangkan Indonesia menjadi bangsa pengekor peradaban. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherDept. Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata-Fakultas Kehutanan dan Lingkungan-IPB Unversityid
dc.titleKebangkitan Peradaban Islamid
dc.typeArticleid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record