Show simple item record

dc.contributor.authorFatril, Ayu Eka
dc.date.accessioned2026-06-22T08:11:35Z
dc.date.available2026-06-22T08:11:35Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173589
dc.description.abstractGenus jamur Malassezia merupakan jamur bentuk ragi uniseluler yang bersifat lipofilik dan secara unik mendominasi mikrobiota eukariotik di kulit manusia. Secara ekologi, jamur ini termasuk ke dalam golongan jamur non-patogen yang hidup pada lapisan stratum korneum dan folikel rambut manusia, namun jamur ini dapat berubah menjadi oportunistik ketika adanya gangguan homeostatis pada ekosistem kulit manusia. Berdasarkan study Global Burden of Disease 2013, kondisi kulit menyumbang 1,79% dari total disability-adjusted life years (DALYs) global dengan penyakit kulit akibat jamur menempati urutan ke-4 sebagai penyebabnya. Evolusi Taksonomi dan Metode Identifikasi Genus Malassezia merupan jamur ragi basidiomiset yang termasuk kedlam filum Basiodiomycota kelas Malasseziomycetes. Awalnya, klasifikasi jamur tersebut membingungkan dikarenakan perbedaan morfologi dari sel ragi (Pityrosporum) dan Fase hifa (Malassezia). Pada awalnya (1996) genus ini dibagi menjadi 7 spesies utama (M. furfur, M. sympodialis, M. globosa, M. restricta, M. slooffiae, M. obtusa, dan M. pachydermatis). Kemudian pada saat ini telah di identifikasi setidaknya 19 spesies filogenetik, dimana 15 spesiesnya ditemukan pada spesies manusia. Identifikasi jamur kini menjadi lebih akurat disebabkan adanya metode seperti sekuensing rDNA serta MALDI-TOF MS. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherFK-IPB Universityyid
dc.titleStudi Literatur : Karakteristik, Epidemiologi dan Manifestasi Klinis dari Jamur Malassezia spp.id
dc.typeArticleid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record