Show simple item record

dc.contributor.authorKusumaningrum, Yuliawati
dc.date.accessioned2026-06-22T00:25:09Z
dc.date.available2026-06-22T00:25:09Z
dc.date.issued2026-06
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173562
dc.description.abstractPerkembangan pelayanan kesehatan modern saat ini tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga mengedepankan pendekatan promotif, preventif, rehabilitatif, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pendekatan kesehatan yang holistik semakin dibutuhkan seiring meningkatnya prevalensi penyakit kronis, gangguan nyeri, gangguan metabolik, dan berbagai kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan jangka panjang. Dalam konteks tersebut, pendekatan biopsikososial menjadi salah satu landasan penting dalam pelayanan kesehatan karena mempertimbangkan interaksi faktor biologis, psikologis, dan sosial dalam menentukan status kesehatan seseorang (1,2). Pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan terintegrasi terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Integrasi berbagai pendekatan kesehatan, termasuk terapi komplementer berbasis bukti ilmiah, menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Berbagai kajian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan yang terintegrasi mampu meningkatkan akses pelayanan, memperbaiki luaran kesehatan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi sistem kesehatan secara keseluruhan (3–5). Salah satu terapi komplementer yang semakin banyak digunakan di berbagai negara adalah akupunktur. Akupunktur merupakan metode terapi yang berasal dari Traditional Chinese Medicine (TCM) dengan melakukan stimulasi pada titik-titik tertentu tubuh menggunakan jarum steril untuk menghasilkan efek terapeutik. Saat ini akupunktur telah berkembang menjadi salah satu terapi komplementer yang banyak diteliti dan digunakan dalam berbagai kondisi klinis. Bukti ilmiah yang terus berkembang menunjukkan bahwa akupunktur dapat digunakan sebagai terapi pendamping pada berbagai penyakit dan keluhan kesehatan sehingga semakin diterima dalam praktik kesehatan modern. Manfaat akupunktur telah dibuktikan dalam berbagai penelitian, terutama pada kondisi nyeri kronis. Uji klinis acak yang dilakukan oleh Epstein dkk. menunjukkan bahwa akupunktur memberikan manfaat dalam pengelolaan nyeri pada pasien kanker stadium lanjut dan dapat menjadi salah satu pilihan terapi komplementer yang efektif dalam meningkatkan kenyamanan pasien (6). Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa akupunktur berperan dalam mengurangi keluhan nyeri yang sering dialami masyarakat sehingga menjadi salah satu alasan utama meningkatnya minat terhadap terapi ini. Pada penyakit metabolik, akupunktur juga menunjukkan hasil yang menjanjikan. Meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa akupunktur berpotensi membantu pengendalian kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 (7). Selain itu, akupunktur juga banyak digunakan untuk membantu mengurangi gejala neuropati perifer diabetik yang sering menyebabkan nyeri kronis, gangguan mobilitas, dan penurunan kualitas hidup pasien diabetes (8). Temuan tersebut menunjukkan bahwa akupunktur memiliki potensi sebagai terapi komplementer yang dapat mendukung pengelolaan penyakit kronis yang banyak ditemukan di masyarakat. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherFK-IPB Universityyid
dc.titlePengenalan Akupunktur Kepada Masyarakat Melalui Pemeriksaan Kesehatan Terpadu Pada Kartini Agrianita Dayid
dc.typeArticleid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record