| dc.description.abstract | Penyakit tropis merupakan kelompok penyakit infeksi yang banyak ditemukan di
wilayah beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Kondisi iklim yang hangat dan
lembap, kepadatan penduduk, sanitasi yang belum merata, serta faktor sosial ekonomi
menjadikan penyakit tropis tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyakit seperti
malaria, demam berdarah dengue, tuberkulosis, hepatitis, filariasis, dan kusta masih
memberikan beban yang cukup besar terhadap sistem kesehatan, terutama di negara
berkembang. Selain dipengaruhi oleh faktor lingkungan, penyebaran penyakit tropis juga
berkaitan erat dengan mobilitas penduduk, perubahan iklim, urbanisasi, serta munculnya
resistensi terhadap obat maupun insektisida. Di Indonesia, malaria masih menjadi salah satu
penyakit tropis prioritas. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa dari genus Plasmodium,
terutama Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax, yang ditularkan melalui gigitan
nyamuk Anopheles betina. Berdasarkan World Malaria Report 2024, secara global
diperkirakan terdapat sekitar 263 juta kasus malaria dengan 597.000 kematian pada tahun 2023,
di mana sebagian besar kematian terjadi pada anak-anak di Afrika. Indonesia sendiri terus
menunjukkan penurunan angka kasus dan telah berhasil mencapai eliminasi malaria di
sebagian besar kabupaten/kota, meskipun wilayah Papua masih menjadi daerah dengan beban
penyakit tertinggi. Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari penguatan surveilans, diagnosis
cepat, terapi kombinasi berbasis artemisinin (artemisinin-based combination therapy),
distribusi kelambu berinsektisida, serta pengendalian vektor secara terpadu. ... | id |