Potensi Bakteriofag sebagai Agen Biokontrol terhadap Salmonella spp.: Tinjauan Mekanisme dan Aplikasinya pada Peternakan Unggas
Abstract
Human Leukocyte Antigen (HLA) merupakan molekul glikoprotein yang
diekspresikan pada permukaan sel dan berperan penting dalam sistem imun adaptif melalui
proses pengenalan antigen, pembedaan antara molekul diri (self) dan non-diri (non-self), serta
aktivasi respons imun. Gen HLA terletak pada lengan pendek kromosom 6 (6p21.3) dalam
wilayah Major Histocompatibility Complex (MHC) dan dikenal sebagai salah satu gen dengan
tingkat polimorfisme tertinggi pada manusia. Tingginya variasi alel HLA memungkinkan suatu
populasi memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengenali berbagai patogen, sehingga
meningkatkan ketahanan terhadap penyakit infeksi. Polimorfisme HLA merupakan hasil
evolusi sebagai respons terhadap tekanan seleksi akibat perubahan dan mutasi mikroorganisme
patogen. Keragaman ini memberikan keuntungan dalam pertahanan imun populasi, namun
menjadi tantangan utama pada transplantasi organ maupun transplantasi sel punca
hematopoietik. Ketidakcocokan (mismatch) HLA antara donor dan resipien dapat
mengaktifkan respons imun seluler maupun humoral yang berujung pada penolakan graft (graft
rejection) atau graft-versus-host disease (GVHD). Oleh karena itu, pemeriksaan kompatibilitas
HLA (HLA typing) menjadi prosedur standar untuk meningkatkan keberhasilan transplantasi
dan menurunkan risiko komplikasi pascatransplantasi. Penelitian terkini juga menunjukkan
bahwa analisis HLA resolusi tinggi berbasis next-generation sequencing (NGS) mampu
meningkatkan akurasi identifikasi alel HLA sehingga memperbaiki proses pencocokan donorresipien
dan luaran klinis transplantasi. ...
Collections
- Medicine [112]

