| dc.description | Prosiding Seminar Nasional Meteorologi Terapan (SNMT) merupakan kumpulan karya ilmiah yang merepresentasikan sinergi pemikiran dan inovasi lintas disiplin antara mahasiswa, staf akademik Departemen Geofisika dan Meteorologi serta berbagai program studi terkait di lingkungan IPB University, hingga kolaborasi pakar dari institusi mitra seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai respons ilmiah kolektif terhadap desakan krisis iklim global; publikasi ini mencakup spektrum luas dalam ilmu atmosfer yang meliputi kajian kualitas udara, emisi gas rumah kaca, serta pengembangan sistem pemantauan cuaca otomatis (AWS) dan indeks bahaya kebakaran dalam lingkup Meteorologi dan Pencemaran Atmosfer; analisis variabilitas telekoneksi (ENSO/IOD), proyeksi kekeringan berbasis model CMIP6, hingga potensi energi terbarukan pada bidang Klimatologi; penilaian risiko dan kerentanan perubahan iklim (CRVA) pada sektor sumber daya air dan ekosistem mangrove dalam aspek Hidrometeorologi; serta optimasi efisiensi penggunaan air tanaman, fluks karbon perkebunan, dan analisis kesesuaian agroklimat melalui bidang Agrometeorologi. | id |
| dc.description.abstract | Seminar Nasional Meteorologi Terapan (SNMT) mengusung tema “Inovasi Sains
Atmosfer dan Resiliensi Iklim: Integrasi Riset Meteorologi Terapan Menuju Karir
Profesional Berkelanjutan”. Tema ini menekankan pentingnya sinergi antara inovasi
ilmiah dan penerapan praktis dalam menghadapi dinamika atmosfer serta risiko perubahan
iklim yang semakin kompleks. Prosiding ini merupakan kumpulan karya ilmiah yang
mencerminkan kolaborasi erat antara peneliti muda, akademisi IPB University, dan pakar
dari berbagai institusi seperti BRIN, dalam menjawab tantangan perubahan iklim melalui
empat pilar keilmuan utama di Departemen Geofisika dan Meteorologi.
Dalam bidang Klimatologi, publikasi ini menyajikan proyeksi masa depan yang krusial,
mulai dari pengaruh fenomena ENSO dan IOD terhadap curah hujan, hingga penggunaan
model CMIP6 untuk memetakan kekeringan dan potensi energi fotovoltaik di Indonesia.
Sementara itu, kajian Hidrometeorologi memberikan penekanan pada penilaian risiko dan
kerentanan (CRVA) berbasis IPCC AR5 untuk menjaga ketahanan sumber daya air dan
memantau cadangan karbon pada ekosistem pesisir.
Aspek Meteorologi dan Pencemaran Atmosfer menonjolkan pengembangan metode
pemodelan, pemantauan, dan prediksi meteorologi, seperti Fire Weather Index (FWI), dan
model Soil and Water Assessment Tool (SWAT), serta analisis mendalam terhadap
dinamika polutan udara (PM2.5, PM10, dan CO) di wilayah urban. Di sisi lain, kontribusi
bidang Agrometeorologi memperkuat pemahaman kita mengenai efisiensi penggunaan air
pada komoditas perkebunan seperti kopi dan kelapa sawit, serta pemetaan kesesuaian lahan
yang sangat penting bagi ketahanan pangan nasional di era iklim yang tidak menentu.
Seluruh riset yang terangkum dalam prosiding ini menunjukkan bahwa sinergi antara
analisis data satelit, pemodelan numerik, dan observasi lapangan dapat menghasilkan solusi
yang aplikatif bagi industri maupun kebijakan pemerintah. Kami berharap karya-karya ini
tidak hanya memperkaya literatur ilmiah, tetapi juga menjadi jembatan bagi para peneliti
muda untuk membangun karir profesional yang berdampak dalam upaya mitigasi krisis
iklim global.
Selain itu, kami juga menyampaikan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Staf
Dosen Departemen GFM, penelaah (reviewers), dan panitia penyelenggara, baik dari
Mahasiswa GFM maupun Staf Tenaga Kependidikan (Tendik) atas dedikasinya
sehingga terlaksananya acara serta penerbitan prosiding ini. Ucapan terima kasih yang tulus
juga kami sampaikan kepada universitas dan berbagai program studi lintas disiplin,
narasumber utama (keynote speakers), moderator serta mitra institusi kolaborator sekaligus
pembicara kami, yakni BRIN, NIES Jepang, Climate and Energy Ember, Nafas Indonesia,
Bakrie Sumatera Plantation, sehingga memperkaya diskusi mengenai inovasi sains
atmosfer dan resiliensi iklim. | id |