Rumusan Kebijakan Strategis Peningkatan Efektivitas Operasi Penebangan Pohon dan Pengangkutan Kayu Pinus Perhutani di Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu Ds
Abstract
Laporan ini menyajikan pengembangan komprehensif atas hasil penelitian/pemikiran internal
mengenai kebijakan strategis peningkatan efektivitas operasi penebangan pohon dan pengangkutan
kayu pinus Perhutani di Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu Ds. Bahan dasar laporan berasal dari
kajian lapang Juli–Agustus 2025 yang menekankan pentingnya produktivitas sebagai indikator
utama efektivitas operasi. Pada sisi penebangan, fokus analisis diarahkan pada komposisi waktu
kerja efektif dan tidak efektif, keterampilan operator chainsaw, ketajaman rantai, pengaturan arah
rebah, pengendalian risiko, dan kualitas pengawasan lapang. Pada sisi pengangkutan, fokus
diarahkan pada kesiapan kayu di TPn, waktu tunggu muat, kondisi jaringan jalan hutan, kesesuaian
armada, jarak angkut, beban muatan, serta tata kelola dispatch dan dokumentasi. Pengembangan
laporan dilakukan melalui pendekatan studi dokumen, sintesis literatur, dan reformulasi kebijakan
berbasis masalah operasional. Hasil kajian menegaskan bahwa peningkatan efektivitas operasi tidak
cukup ditempuh melalui penambahan target produksi, melainkan harus melalui pembenahan sistem
kerja, keselamatan, perawatan alat, penataan alur logistik, penguatan budaya data, dan desain
insentif yang adil. Laporan ini juga mendokumentasikan dimensi riset kolaboratif dosen–
mahasiswa, terutama dalam observasi waktu kerja, identifikasi bottleneck, pengolahan temuan
lapang, dan penyusunan matriks kebijakan. Luaran utama berupa rumusan kebijakan strategis
berjenjang jangka pendek, menengah, dan panjang, indikator monitoring, serta rekomendasi
implementasi yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan manajerial maupun bukti BKD Sister. This report presents an expanded internal research/thought document on strategic policies to
improve the effectiveness of tree felling and pine timber transportation operations in Perhutani,
Forest Management Unit (KPH) Lawu Ds. The original material was derived from field observations
conducted in July–August 2025 and highlighted productivity as the primary indicator of operational
effectiveness. The felling analysis addresses the composition of effective and ineffective working
time, chainsaw operator skills, chain sharpness, directional felling, risk control, and field
supervision. The transportation analysis focuses on landing readiness, loading delays, forest road
conditions, vehicle suitability, hauling distance, payload, and dispatch/documentation management.
The report is expanded through document study, literature synthesis, and policy reformulation. The
findings emphasize that improving effectiveness cannot rely solely on higher production targets; it
requires system improvement in work organization, safety, equipment maintenance, logistics flow,
data culture, and equitable incentives. The report also documents lecturer–student collaborative
research elements in time study observation, bottleneck identification, data interpretation, and policy
matrix development. The main output is a staged policy package accompanied by implementation
recommendations and monitoring indicators suitable for managerial use and BKD Sister
documentation.
Collections
- Forest Management [211]

