Intervensi Edukasi Gizi dan Pemberian Telur-Susu untuk Perbaikan Gizi Balita di Karawang, Batang, dan Pasuruan
Abstract
Masalah gizi balita masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan
masyarakat di Indonesia. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase kritis
yang menentukan kualitas pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak
di masa depan. Kekurangan gizi pada periode ini dapat menyebabkan dampak jangka panjang
seperti stunting, underweight, penurunan kemampuan belajar, hingga meningkatnya risiko
penyakit tidak menular pada usia dewasa.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, yang masih
menghadapi permasalahan gizi balita, termasuk underweight dan wasting. Faktor penyebab
masalah gizi bersifat multidimensional, mencakup kondisi sosial ekonomi, pendidikan orang
tua, pola asuh makan, serta rendahnya pengetahuan gizi ibu. Dalam banyak kasus, keterbatasan
ekonomi tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab, tetapi juga dipengaruhi oleh kurangnya
pemahaman mengenai praktik pemberian makan yang tepat dan konsumsi pangan bergizi
seimbang.
Penelitian ini dirancang sebagai intervensi komprehensif yang menggabungkan edukasi
gizi bagi ibu dan kader posyandu dengan pemberian makanan tambahan berupa susu dan telur
selama enam bulan. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi,
memperbaiki kualitas konsumsi pangan, dan pada akhirnya memperbaiki status gizi balita. ...
Collections
- Research Report [260]
