Show simple item record

LAPORAN AKHIR

dc.contributor.authorKhomsan, Ali
dc.date.accessioned2026-03-05T02:55:01Z
dc.date.available2026-03-05T02:55:01Z
dc.date.issued2026-02
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172813
dc.description.abstractMasalah gizi balita masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase kritis yang menentukan kualitas pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Kekurangan gizi pada periode ini dapat menyebabkan dampak jangka panjang seperti stunting, underweight, penurunan kemampuan belajar, hingga meningkatnya risiko penyakit tidak menular pada usia dewasa. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, yang masih menghadapi permasalahan gizi balita, termasuk underweight dan wasting. Faktor penyebab masalah gizi bersifat multidimensional, mencakup kondisi sosial ekonomi, pendidikan orang tua, pola asuh makan, serta rendahnya pengetahuan gizi ibu. Dalam banyak kasus, keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab, tetapi juga dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman mengenai praktik pemberian makan yang tepat dan konsumsi pangan bergizi seimbang. Penelitian ini dirancang sebagai intervensi komprehensif yang menggabungkan edukasi gizi bagi ibu dan kader posyandu dengan pemberian makanan tambahan berupa susu dan telur selama enam bulan. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi, memperbaiki kualitas konsumsi pangan, dan pada akhirnya memperbaiki status gizi balita. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleIntervensi Edukasi Gizi dan Pemberian Telur-Susu untuk Perbaikan Gizi Balita di Pasuruan, Jawa Timurid
dc.titleLAPORAN AKHIR
dc.typeTechnical Reportid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record