Show simple item record

dc.contributor.authorSajogyo
dc.date.accessioned2026-03-03T03:46:07Z
dc.date.available2026-03-03T03:46:07Z
dc.date.issued1979
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172801
dc.description.abstractTulisan ini menelaah dampak penetrasi teknologi modern terhadap struktur sosial-ekonomi masyarakat pedesaan di Indonesia, dengan fokus utama pada pola pertanian sawah di Jawa. Sajogyo membedakan dua tipologi ekologi kebudayaan: pola sawah dengan pengairan dan pola berladang berpindah-pindah. Ia menganalisis struktur ekonomi desa melalui tiga fungsi lembaga adat: pengatur penguasaan sumber daya (tanah/air), pengatur pemanfaatan tenaga kerja, dan pengatur pembagian hasil produksi. Naskah ini menyoroti transisi dari teknologi tradisional ke teknologi maju (seperti varietas unggul dan mekanisasi) yang dibawa oleh program modernisasi seperti Bimas. Sajogyo secara kritis mengamati bagaimana perubahan teknologi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga mengubah hubungan kerja, seperti munculnya sistem "tebasan" yang membatasi partisipasi buruh tani dalam panen. Penulis menekankan adanya ancaman polarisasi sosial yang semakin tajam antara pemilik lahan dan golongan tunakisma (buruh tani) jika pembangunan tidak dibarengi dengan penguatan demokrasi ekonomi di tingkat desa.id
dc.language.isoidid
dc.publisherPerpustakaan Sajogyo Instituteid
dc.titlePengaruh Teknologi Pada Masyarakat Pedesaanid
dc.typeArticleid
dc.subject.keywordPenetrasi Teknologi Modernid
dc.subject.keywordPola Pertanian Sawahid
dc.subject.keywordEkologi Kebudayaanid
dc.subject.keywordStruktur Ekonomiid
dc.subject.keywordPerspektif Pembangunanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Sajogyo [84]
    Collection contains materials pertaining to the Able Family

Show simple item record