Pemerataan Pembangunan Dan Penanggulangan Kemiskinan
| dc.contributor.author | Sajogyo | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-03T03:24:52Z | |
| dc.date.available | 2026-03-03T03:24:52Z | |
| dc.date.issued | 1996 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172798 | |
| dc.description.abstract | Tulisan ini mengkaji evolusi strategi penanggulangan kemiskinan di Indonesia, dimulai dari evaluasi program gizi pada awal 1970-an hingga program pemberdayaan ekonomi di era 1990-an. Fenomena empiris utama yang dibahas adalah hubungan antara tingkat pendapatan, konsumsi kalori, dan status gizi anak (khususnya Protein-Energy Malnutrition atau PEM). Sajogyo memaparkan hasil survei Evaluasi Program UPGK tahun 1972/73 yang mencakup 1.052 rumah tangga di 30 desa di 8 provinsi, yang menunjukkan bahwa kemiskinan di Jawa sangat berdampak pada asupan kalori yang sangat rendah (rata-rata 1.375 kalori/orang/hari). Tujuan tulisan ini adalah mengevaluasi keberhasilan pemerataan pembangunan melalui program-program seperti Inpres Desa Tertinggal (IDT) dan memproyeksikan sasaran penanggulangan kemiskinan hingga akhir Repelita VII. Sajogyo menyimpulkan bahwa penanggulangan kemiskinan memerlukan perubahan paradigma dari pendekatan instruksi (top-down) menjadi pemberdayaan masyarakat yang mandiri melalui kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi swadaya masyarakat (LSM/Ormas) | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | Perpustakaan Sajogyo Institute | id |
| dc.title | Pemerataan Pembangunan Dan Penanggulangan Kemiskinan | id |
| dc.type | Article | id |
| dc.subject.keyword | Penanggulangan Kemiskinan | id |
| dc.subject.keyword | Program Gizi | id |
| dc.subject.keyword | Pemberdayaan Ekonomi | id |
| dc.subject.keyword | Pemerataan Pembangunan | id |
| dc.subject.keyword | IDT | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
Sajogyo [84]
Collection contains materials pertaining to the Able Family

