Show simple item record

dc.contributor.authorSajogyo
dc.date.accessioned2026-03-02T03:17:33Z
dc.date.available2026-03-02T03:17:33Z
dc.date.issued1982
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172783
dc.description.abstractTulisan ini menganalisis kemelut agraria di Indonesia dengan menekankan bahwa kecukupan pangan dan kesejahteraan ekonomi pelaku pertanian sangat bergantung pada pola penguasaan sumber daya (lahan, modal, teknologi) serta peluang kerja. Peluang berusahatani ini sangat ditentukan oleh pola penguasaan si ‘pengusahatani’ atas lahan, modal dan teknologi. Sajogyo menyoroti bahwa Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960, meskipun bertujuan nasional, masih mewarisi struktur kolonial dalam wujud “dua sektor pertanian”, yang mencakup kehutanan dan perikanan laut. Penguasaan lahan skala besar (HGU) yang sering kali berkonflik dengan pemukiman rakyat atau okupasi lahan. Masalah perladangan berpindah di luar Jawa dan kegagalan program resettlement (pemukiman kembali) yang kurang mempertimbangkan produktivitas usahatani penduduk asli. Berdasar pada hak milik (perseorangan) atas tanah, lapisan masyarakat dapat dibagi menjadi tiga, yaitu lapisan atas, lapisan menengah petani gurem dan lapisan bawah buruhtani dan petani tak-bertanah. Sementara itu di perkotaan, hanya 9% yang tergolong pelaku pertanian. Sebagian besar penduduk perkotaan adalah buruh/pegawai dan pengusaha bukan-pertanian. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherPerpustakaan Sajogyo Instituteid
dc.titleMasalah Agrariaid
dc.typeArticleid
dc.subject.keywordMasalah Agrariaid
dc.subject.keywordKecukupan Panganid
dc.subject.keywordKesejahteraan Ekonomiid
dc.subject.keywordPenguasaan sumberdayaid
dc.subject.keywordPeluang Kerjaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Sajogyo [84]
    Collection contains materials pertaining to the Able Family

Show simple item record