Show simple item record

dc.contributor.authorSajogyo
dc.date.accessioned2026-02-12T07:43:04Z
dc.date.available2026-02-12T07:43:04Z
dc.date.issued1970
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172739
dc.description.abstractNaskah ini merupakan tanggapan kritis Sajogyo terhadap hasil penelitian "pilot study" Herman Soewardi mengenai bagaimana masyarakat desa merespons modernisasi produksi pertanian. Sajogyo menelaah kerangka pemikiran yang digunakan Soewardi, terutama terkait kapasitas transformatif internal masyarakat desa dan indikator mentalitas produktif. Fokus utama tanggapan ini adalah pada ketajaman metodologis dalam riset sosial, di mana Sajogyo menekankan pentingnya pendalaman kualitatif sebelum melakukan perbandingan kuantitatif. Tulisan ini juga mendiskusikan fenomena "post-traditional" di pedesaan Jawa, di mana masyarakat dianggap sudah tidak tradisional lagi namun belum sepenuhnya modern. Isu-isu yang dibahas mencakup fungsi lembaga perkreditan yang masih bersifat konsumtif, pengaruh kepemimpinan formal (Lurah) dan informal (pemuka agama) terhadap adopsi inovasi, serta perlunya memahami motif pencarian gengsi (prestige-seeking motivation) dalam struktur sosial desa. Naskah ini menjadi jembatan antara teori sosiologi-antropologi Barat (seperti dari Eisenstadt, Redfield, dan Erasmus) dengan realitas empiris pembangunan pertanian di Indonesia pada awal dekade 1970-an.id
dc.language.isoidid
dc.publisherPerpustakaan Sajogyo Instituteid
dc.titleTanggapan Atas Herman Soewardi: “Respon Masyarakat Desa terhadap Modernisasi Produksi Pertanian”id
dc.typeArticleid
dc.subject.keywordModernisasi Produk Pertanianid
dc.subject.keywordPost-Tradisionalid
dc.subject.keywordKapasitas Transformatifid
dc.subject.keywordMentalitas Produktifid
dc.subject.keywordPembangunan Pertanianid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Sajogyo [84]
    Collection contains materials pertaining to the Able Family

Show simple item record