Show simple item record

dc.contributor.authorSajogyo
dc.date.accessioned2026-02-12T06:33:21Z
dc.date.available2026-02-12T06:33:21Z
dc.date.issued1991
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172734
dc.description.abstractTulisan ini mengkaji fenomena petani ladang pindah di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatera, yang sering kali diposisikan secara marginal dalam kebijakan pembangunan. Fenomena ini didefinisikan sebagai pola rotasi budidaya yang disusul masa bera (fallow) panjang menggunakan teknologi tebang-dan-bakar. Sajogyo menyoroti kontradiksi antara persepsi teknokratik pemerintah yang menganggap peladang sebagai "perusak hutan" dengan realitas ekonomi mereka yang sebenarnya telah lama bertransformasi ke arah tanaman perdagangan seperti karet dan kopi. Naskah ini mengevaluasi berbagai intervensi negara melalui Departemen Kehutanan, Pertanian (program PIR-BUN), Transmigrasi, dan Sosial, yang secara kolektif berupaya memukimkan kembali (resettlement) para peladang. Temuan utama menunjukkan bahwa program-program tersebut sering gagal karena tidak memahami logika kelembagaan peladang, menawarkan lahan usahatani yang terlalu sempit (hanya 3 ha dibandingkan rata-rata tradisional 10-24 ha), serta memaksakan ketergantungan pada kredit perbankan yang asing bagi budaya mereka.id
dc.language.isoidid
dc.publisherPerpustakaan Sajogyo Instituteid
dc.titleKasus Petani Ladang Pindah Dalam Pembangunan Desaid
dc.typeArticleid
dc.subject.keywordPertanianid
dc.subject.keywordLadang Berpindahid
dc.subject.keywordKebijakan Pembangunanid
dc.subject.keywordRessetlementid
dc.subject.keywordTata Kelola Kehutananid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Sajogyo [84]
    Collection contains materials pertaining to the Able Family

Show simple item record