Show simple item record

dc.contributor.authorSajogyo
dc.date.accessioned2026-02-12T04:25:37Z
dc.date.available2026-02-12T04:25:37Z
dc.date.issued1990
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172730
dc.description.abstractTulisan ini merupakan tinjauan kritis Sajogyo terhadap laporan Bank Dunia tahun 1990 mengenai kemiskinan dan laporan khusus kasus Indonesia (Poverty Assessment and Strategy Report). Sajogyo membandingkan definisi kemiskinan Bank Dunia (garis pendapatan US$ 370) dengan patokan BPS 1984 yang berbasis kecukupan konsumsi 2100 kalori. Ia mencatat keberhasilan Indonesia dalam menurunkan tingkat kemiskinan dari 40% menjadi 17% pada periode 1976-1987. Fokus utama tulisan ini adalah strategi "memerangi kemiskinan" melalui dua pilar: productive employment (lapangan kerja produktif) dan basic social services (layanan sosial dasar). Sajogyo menggunakan data Sensus Pertanian 1984 untuk membedah struktur pendapatan petani di Jawa dan Luar Jawa. Temuan pentingnya adalah petani di Jawa sangat bergantung pada pendapatan luar usahatani (48% dari total pendapatan) karena keterbatasan lahan, sementara petani Luar Jawa lebih mengandalkan hasil bumi (63-70%). Tulisan ini juga memproyeksikan tantangan PJP II (1994-2018) sebagai masa transisi penting bagi masyarakat lapisan bawah untuk beralih ke bidang nafkah luar pertanian dengan imbalan yang lebih layak.id
dc.language.isoidid
dc.publisherPerpustakaan Sajogyo Instituteid
dc.titleUpaya Pemerataan Dalam Pembangunan Dan Memerangi Kemiskinanid
dc.typeArticleid
dc.subject.keywordBank Duniaid
dc.subject.keywordGaris Kemiskinanid
dc.subject.keywordKecukupan Kaloriid
dc.subject.keywordSensus Pertanianid
dc.subject.keywordPembangunan Pedesaanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Sajogyo [84]
    Collection contains materials pertaining to the Able Family

Show simple item record