| dc.description.abstract | Judul Semiloka "Memberdayakan Ekonomi Rakyat Melalui Keuangan Mikro" menyebut dua tujuan:
1. Menemu-kenali faktor-faktor strategik pengembangan program keuangan mikro di Jawa barat, berdasar pengalaman peserta yang mewakili berbagai pihak berkepentingan ("stakeholders"),
2. Menyusun saran-saran "Action Plan" (rencana kegiatan) pengembangan program keuangan mikro di Jawa barat, sebagai kelanjutan Seminar Kredit Mikro, Bank Indonesia di Lido, Sukabumi, 4-5 Juli 2000 lalu,
Rencana kegiatan itu tentulah berdasar program masing-masing, ditambah serangkaian kegiatan bersama, dimana ada peluang kerjasama, saling dukung dan belajar satu sama lain, antar aparat Pemerintah Daerah (otonom), lembaga pemodal dan lembaga pendampingan yang berbasis pada lembaga di aras desa dan kampung (RW) dimana sejumlah penduduk punya ikatan.
Tumbuhnya lembaga ekonomi desa merupakan bagian dari Strategi Penanggulangan Kemiskinan (SPK) yang mesti disepakati bersama, dan pokok-pokoknya digariskan bersama dimulai di Pusat. Dalam rangka proses Otonomi Daerah dikembangkan baik kita catat bahwa kelembagaan keuangan mikro itu paling luas dapat diatur oleh Pemerintah Propinsi untuk diberlakukan di wilayah administrasinya, sedang PemDa Kabupaten/Kota tetap diberi wewenang membuat penyesuaian sesuai kondisi setempat dan aspirasi rakyatnya.
Mengingat bahwa Strategi Penanggulangan Kemiskinan (SPK) itu merupakan kerangka besar suatu pola dimana Keuangan Mikro salah satu unsurnya, pihak-pihak yang berkepentingan selayaknya sama-sama mencapai sepakat dalam garis-garis besar apa yang tercakup di dalam Strategi itu. | id |