Show simple item record

dc.contributor.authorSajogyo
dc.date.accessioned2026-02-11T00:24:01Z
dc.date.available2026-02-11T00:24:01Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172692
dc.description.abstractCi awal 1970-an masa Pembangunan Orde Baru, adakah imbas dat ide-ide "Basic Needs" dari ILO, Ur (Geneva) Konsep du pernah saya bahas berupa Matrix, dimana ada 5 unsur "pemerataan" disajikan dari baris di atas sampal bowan, sedangkan 3 kolom "memotong garis-goris tersebut) merupakan 3 unsur lainnya. Dibaca dari atas ke bawah diseaut (pemercatoon) peluang berusaha dan peluang bekerja (upahan) yang hasinya berupa pendapatan jursur ke-3 yang menentukan tercapainya pemeratioan dalam hai dua kelompok kebutuhan dasar yailu pongan/sondang/pasan dan pendidikan/kesehatan. Tiga kolom menggambarkan 3 unsur pernersloon lain yaitu pemeratoan besian kebutuhan dasar itu a antara golongan penduduk laki-laki dan perempuan, απτα daeran/cesa/kota con calam perlindungan nukum. Matriks itu terdiri atas 5X3=15 kotak, masing-masing menampilkan sotu corak pemeratoon. Tapi matiks lu lebih sering diacu sebagai 8-jalur pemerataan atau lebih tepat 8 jalur-plus. Artl "plus" itu mesti menjawab pertanyaan: apa yang menjadikan pemerataan peluang-peluang berusaha, bekerja (upahan dan pemerataan pendapatan yang meningkat jost.ost Sampai mana matriks inu telah mendorong tampinya ukuran garis kemiskinan, dari Sajagyo (1974) maupun dari BP Statistis ? Dalam upaya memajukan (mengarahkan fungsi R&D (di bawah MenRistek Habibie), pernah ada kelompok Didang Ketutunan Dasar Manusia" (ButsarMan) di lingkungan DRN di masa itu. (sejak 1980-an) 2 Apa persamaan antara upaya mengacu pada bidang "Kebutuhan Dasa Manusia berawal dari ide ILO, Geneval dan kiri upaya mengacu pada Hok-Hok Dasar (HAM) oleh Bappenas / KPKemiskinan & Keduanya sama-sama ok menjawab "sebab-sebab kemiskinan di tataran "perekonomian" di satu pihak, tak menyebut jelas "kekuatan-кечистом еколоm" apa yang amat menentukan pola pembangunan dan di lain pihak, kini wolau Bappenas merujuk ke kebijakan sektor ekonomi tapi terbatas pada aspek-aspek moneter/fiskal, sama sekali tak mengangkat "sok or riel" ekonomi (Baca Heru Nugroho: Negara, Pasar dan Keadilan, 2001) ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherPerpustakaan Sajogyo Instituteid
dc.titleDari Kebutuhan-Kebutuhan Ke Hak-Hak Azasi (HAM)id
dc.typeArticleid
dc.subject.keywordPenanggulangan Kemiskinanid
dc.subject.keywordKebutuhan Dasarid
dc.subject.keywordHak Asasi Manusia (HAM)id
dc.subject.keywordPemerataanid
dc.subject.keywordPemberdayaan Masyarakatid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Sajogyo [84]
    Collection contains materials pertaining to the Able Family

Show simple item record