Sifilis Dalam Kehamilan
Abstract
Infeksi atau penyakit menular seksual merupakan penyakit menular yang sering dijumpai selama kehamilan. Infeksi ini dapat membahayakan ibu dan janin sehingga harus diobati secara agresif. Komponen penting dalam ante natal care (ANC) pertama yang perlu diperhatikan salah satunya adalah edukasi, skrining, pengobatan dan pencegahan IMS.1 Infeksi menular seksual (IMS) pada wanita hamil yang berpotensi mempengaruhi janin meliputi sifilis, gonore, trikomoniasis, dan klamidia, hepatitis B, human immunodeficiency virus (HIV), herpes simpleks virus -1 dan -2 (HSV-1, -2 ) dan infeksi human papillomavirus (HPV). Terapi yang direkomendasikan adalah menggunakan pedoman yang dibuat oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).2 Pada makalah ini kita akan membahas mengenai Sifilis dalam Kehamilan.
Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh spirocheta Treponema pallidum. Ditransmisikan melalui hubungan seksual yaitu kontak langsung dengan lesi sifilis mukokutaneous seperti kankroid atau kondiloma lata atau selama kehamilan melalui transmisi vertikal dari ibu ke janin. Menurut WHO (2022) memperkirakan ada 700.000 kasus sifilis kongenital secara global. Kasus sifilis maternal ini menyebabkan perkiraan 150.000 kematian janin dini dan kelahiran mati, 70.000 kematian neonatal, 55.000 kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah, dan 115.000 bayi dengan diagnosis klinis sifilis kongenital ...
Collections
- Medicine [106]
