Show simple item record

dc.contributor.authorSuwarto
dc.contributor.authorPurwono
dc.contributor.authorMulyana, Erik
dc.date.accessioned2026-01-05T07:48:30Z
dc.date.available2026-01-05T07:48:30Z
dc.date.issued2025-12
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171956
dc.description.abstractPedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi semua pihak yang berkepentingan (stakeholder); pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat petani dalam pengembangan produksi dan rantai pasok komoditas padi gogo di wilayah IKN. Pedoman ini disusun berdasarkan berbagai kajian pustaka (literature study) yang telah dilaksanakan untuk wilayah IKN, survei lapangan, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan pengembangan padi gogo di Wilayah Pengembangan (WP) VII Simpang Samboja, WP VIII Kuala Samboja, dan WP IX Muara Jawa. Pedoman ini diawali dengan pentingnya ketahanan pangan, proyeksi konsumsi dan produksi pangan utama (beras), potensi wilayah untuk pengembangan untuk tanaman padi penghasil beras di wilayah IKN. Indeks Ketahanan Pangan di wilayah Kaltim yang di dalamnya ada IKN sebesar 77,65, menunjukkan bahwa wilayah ini termasuk dalam kategori "Sangat Tahan" (Bapanas, 2022). Dari sisi penyediaan pangan, khususnya beras, wilayah IKN masih mengalami defisit pada periode 2025 – 2026. Pada saat ini, kondisi luas aktual padi irigasi 1.283,50 ha, padi sawah tadah hujan 1.452,10 ha, dan padi gogo 1.328,00 ha (Renstra Ketahanan Pangan 2024-2029). Luas lahan potensial untuk masing-masing jenis pengusahaan padi, berturut-turut adalah padi sawah irigasi 3.011,20, padi tadah hujan 5.279,40 ha, dan padi gogo 13.642,80 ha. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherDepartemen Agronomi dan Hortikultura-Fakultas Pertanian-IPB Universityid
dc.titlePedoman : Budidaya Tanaman Pangan dengan Teknologi Pertanian Konservasi di Ibu Kota Nusantara untuk Komoditas Padi Gogoid
dc.typeBookid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record