Efektivitas Senyawa Humat Pada Pertumbuhan Dan Hasil Panen Okra Hijau (Abelmoschus Esculentus) Di Latosol, Bogor
Abstract
Asam humat Adalah molekul-molekul organik yang berperan penting dalam memperbaiki sifat-sifat tanah, pertumbuhan tanaman, dan parameter agronimi. Sumber-sumber asam humat meliputi batu bara (coal), lignit, gambut dan bahan organik lainnya. Percobaan pengaruh senyawa humat ini dilakukan pada tanaman okra hijau (Abelmoschus esculentus) sebagai tanaman indikator pada media bahan tanah Latosol dalam pot-pot yang diletakkan di lahan terbuka. Percobaan pengaruh senyawa humat ini dilakukan dengan membandingkan pengaruh beberapa takaran senyawa humat yang dikombinasikan dengan 0%, 50%, dan 75% takaran pupuk N, P, K terhadap beberapa peubah pertumbuhan dan hasil panen buah okra. Contoh bahan tanah diambil dari hamparan lahan kering pada kedalaman 0- 20 cm, dibersihkan dari sisa-sisa akar tanaman, dan dimasukkan ke dalam tiap pot setara dengan 10 kg bobot kapasitas lapang. Tanaman indikator yang digunakan adalah tanaman Okra hijau (Abelmoschus esculentus). Perlakuan pupuk N (urea), P (SP36), dan K (KCl) dengan 100% takaran disebut sebagai perlakuan pupuk standar (NPK standar). Takaran pupuk NPK standar yang diberikan adalah setara dengan 200 kg urea/ha, 200 kg SP36/ha, dan 150 kg KCl/ha. Konsentrasi senyawa humat cair yang diberikan adalah 10 mL per liter air untuk satu kali takaran (1AH), dan aplikasi senyawa humat diberikan tiga kali pemberian selama masa pertumbuhan tanaman. Hasil percobaan menunjukkan bahwa senyawa humat, baik yang diberikan secara tunggal maupun yang dikombinasikan dengan 50% atau 75% takaran pupuk N, P, K nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, dan hasil buah okra per tanaman dibandingkan dengan Kontrol. Perlakuan kombinasi 1AH+0.5NPK dan 2AH+0.5NPK menunjukkan nilai RAE lebih dari 100% (1NPK), yaitu masing-masing sebesar 154% dan 136%.
