Pengaruh Integrasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk N, P, K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Jagung Manis (Zea mays L. saccharata) di Latosol dari Dramaga, Kabupaten Bogor.
Abstract
Penggunaan jangka panjang dari pupuk kimia memiliki ancaman yang
serius pada produktivitas dan kualitas tanah, di mana kegiatan ini dapat
menurunkan bahan organik tanah melalui pemasaman tanah dan pembentukan
kerak tanah, dan perubahan komposisi dan aktivitas mikrob. Pemberian pupuk
organik umumnya dianggap sebagai cara efektif dalam mempertahankan
kesuburan tanah dan mengurangi jumlah pupuk anorganik yang harus
diberikan ke tanah. Perlakuan takaran pupuk organik cair yang dikombinasikan
dengan pupuk N, P, K disusun dalam rancangan acak kelompok dengan enam
perlakuan, yaitu Kontrol (tanpa pupuk), 100% pupuk N, P, K (1NPK),
½NPK+1PC, ½NPK+2PC, ¾NPK+1PC, dan ¾NPK+2PC. Perlakuan 1NPK
dilakukan sebagai pembanding menggunakan pupuk urea, SP36, dan KCl
dengan takaran rekomendasi masing-masing sebesar 112,5 kg N/ha (250 kg
urea/ha), 54 kg P2O5/ha (150 kg SP36/ha), dan 120 kg K2O/ha (200 kg
KCl/ha). Konsentrasi pupuk organik cair yang diberikan adalah 30 ml/L air
(1PC) dan 60 ml/L air (2PC) dan diberikan dengan jumlah yang sama ke petak
percobaan sesuai perlakuan pada 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 minggu setelah tanam
dengan cara disiramkan ke baris tanam tanaman jagung manis. Setiap
perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Data
yang diperoleh menunjukkan bahwa pupuk organik yang dikombinasikan
dengan pupuk N, P, K dengan takaran 50% (½NPK) dan 75% (¾NPK) dari
takaran 1NPK nyata meningkatkan tinggi tanaman, bobot brangkasan tanaman
jagung manis, dan hasil panen jagung manis dibandingkan kontrol (tanpa
pemberian pupuk). Perlakuan kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik
yang diberikan tidak tidak berbeda nyata dengan perlakuan 1NPK terhadap
tinggi tanaman, bobot brangkasan, dan hasil panen jagung manis (tongkol
dengan kelobot). Perlakuan ½NPK+1PC, ½NPK+2PC, ¾NPK+1PC, dan
¾NPK+2PC menunjukkan efektivitas agronomi (nilai RAE) lebih tinggi daripada
pupuk 1NPK masing-masing dengan nilai RAE sebesar 117%, 122%, 114%,
dan 133%. Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa pupuk organik bentuk cair
yang dikombinasikan dengan pupuk N, P, K mampu mengefisienkan
penggunaan pupuk anorganik N, P, K sebesar 25% sampai 50% dan efektif
dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen jagung manis.
