Show simple item record

dc.contributor.authorSaraswati, Benedikta Diah
dc.date.accessioned2025-01-06T00:15:59Z
dc.date.available2025-01-06T00:15:59Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160514
dc.description.abstractDiperkirakan sebanyak 15% pasangan di dunia mengalami kesulitan dalam memperoleh keturunan, dan sekitar 30-50% kasus disebabkan oleh infertilitas pada pria. Infertilitas pada pria dapat terjadi karena kelainan bawaan (congenital), kelainan endokrin/hipogonadisme, kelainan genetik, ataupun bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya. Gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol, penggunaan sejumlah obat-obatan tertentu, keberadaan tumor dan kanker, serta ketidakseimbangan antara oxygen reactive species (ROS) dan antioksidan pada organ sistem reproduksi meningkatkan risiko infertilitas pada pria. Infeksi dan inflamasi pada saluran reproduksi pria juga dilaporkan sebagai salah satu faktor risiko pada infertilitas pria.1-3 Sitokin merupakan sekelompok peptida kecil yang memiliki aktivitas imun yang beragam dan dapat disekresi oleh beragam sel. Suatu sitokin yang berikatan pada reseptor sel target akan menstimulasi transduksi sinyal, meregulasi pertumbuhan sel, memicu proliferasi dan diferensiasi sel. Pada keadaan tertentu, sitokin diproduksi oleh sel imun testis, sel interstitial, sel Sertoli, dan sel spermatogonia, berfungsi sebagai sinyal intrasel yang meregulasi pertumbuhan dan diferensiasi sel germinal, reproduksi neuroendokrin, serta ikut serta berperan dalam proses spermatogenesis ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherFK-IPBid
dc.titleHubungan Antara Sitokin Dan Infertilitas Pada Priaid
dc.typeArticleid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record