Show simple item record

dc.contributor.authorWana, Hermawan
dc.contributor.authorSayekti, Ayutyas
dc.contributor.authorIslam, Muhammad Islahul
dc.contributor.authorBahri, Fajrina Alifya
dc.contributor.authorSari, Fira Fadia
dc.date.accessioned2024-06-27T04:44:54Z
dc.date.available2024-06-27T04:44:54Z
dc.date.issued2024-06
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152950
dc.description.abstractKopi merupakan komoditas yang memiliki peran sentral dalam perekonomian dan budaya global. Sebagai salah satu minuman paling populer di dunia, kopi tidak hanya menjadi sumber energi bagi jutaan orang, tetapi juga menciptakan pasar global yang dinamis dan kompleks. Sebagai komoditas pertanian, kopi menjadi tulang punggung ekonomi bagi banyak negara penghasil, memberikan mata pencaharian kepada jutaan petani dan pekerja di seluruh rantai pasok. Di sisi lain, kopi juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi, menjadi simbol pertemuan sosial, ruang kreativitas, dan ritual sehari-hari bagi banyak masyarakat di seluruh dunia. Dengan adanya beragam varietas, metode pengolahan, dan citarasa, kopi membawa kekayaan sensorial yang memikat para penikmatnya. Di Indonesia, perkebunan kopi memainkan peran krusial dalam perekonomian dan sekaligus menjadi salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Negara ini dikenal dengan keberagaman varietas kopi unggulan dan kualitas biji kopi yang tinggi. Perkebunan kopi tersebar di berbagai daerah, dengan pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua sebagai produsen kopi utama. Pentingnya perkebunan kopi bagi Indonesia tidak hanya terletak pada kontribusinya terhadap ekspor dan pendapatan negara, tetapi juga dalam memberikan mata pencaharian kepada jutaan petani kopi di seluruh nusantara. Pertanian kopi menciptakan siklus ekonomi yang signifikan, melibatkan berbagai pihak dari proses penanaman, panen, pengolahan, hingga distribusi. Selain berkontribusi secara ekonomi, perkebunan kopi Indonesia juga menjadi daya tarik pariwisata di beberapa daerah. Wisatawan dapat mengunjungi kebun kopi untuk memahami proses produksi kopi dari awal hingga akhir, serta menikmati keindahan alam di sekitarnya. Berdasarkan data (BPS,2020) Jawa Barat menempati peringkat kedelapan dalam hal produktivitas kopi nasional dalam menghasilkan barang atau jasa serta pemanfaatan sumber daya secara efektif dan efisien. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah di Pulau Jawa yang mencatatkan produktivitas kopi tinggi, yakni sebesar 786 kg/ha. Hasil produksi kopi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat pada tahun 2021, seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bogor, menunjukkan angka yang signifikan, yaitu masing-masing sebesar 7.772 ton, 4.639 ton, dan 3.654 ton, berdasarkan (Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat melalui Open Data Jabar, 2022). Terdapat tiga jenis perkebunan kopi tahunan di Jawa Barat, melibatkan Perkebunan Besar Negara, Perkebunan Besar Swasta, dan Perkebunan Besar Rakyat. Kabupaten Garut merupakan salah satu penghasil produksi kopi dengan hasil produksi (22.548 ton) (BPS, 2021). Besaran perkebunan besar Negara yang ada di KAbupaten Garuts adalah 20 Ha dan Perkebunan Besar Rakyat sebesar 6.140 Ha (Dinas Perkebunan Provinsi Jawa barat 2013- 2021). ...id
dc.language.isoidid
dc.titleOptimalisasi Pengembangan Usaha Kopi Cikajang menggunakan Business Model Canvasid
dc.typeArticleid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record