View Item 
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Research Report
      • Research Report
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPBana
      • Research Report
      • Research Report
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Profil Morfometri Pedet Umur Sehari Sapi Bali Dan Pesisir Yang Disilangkan Dengan Sapi Angus

      Thumbnail
      View/Open
      Laporan (504.7Kb)
      Date
      2022
      Author
      Putra, Bramada Winiar
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Permintaan daging premium semakin meningkat seiring dengan pengembangan sektor pariwisata dan industri, serta adanya perubahan gaya hidup masyarakat menengah ke atas. Menurut Lunt et al. (2005), standard kriteria daging premium didefinisikan secara kuantitatif adalah berasal dari sapi dengan umur potong maksimal 30 bulan, luas area mata rusuk minimal 15 inch2, dengan nilai keempungan Warner Blatzler Share Force maksimal 3,3 kg/cm2 serta skor marbling minimal 3 atau persentase marbling terhadap daging pada Longissimus dorsi adalah 25,8%. Lebih detail lagi dijelaskan kriteria daging premium adalah memiliki skor warna daging berada pada kisaran 2-6, dengan skor warna lemak maksimal adalah 4 dan kandungan asam lemak tak jenuh tunggal (mono unsaturated fatty acid) dan asam lemak tak jenuh ganda (poly unsaturated fatty acid) lebih dari 53% dari total lemak marbling. Kebutuhan daging premium di Indonesia setiap tahunnya mencapai 9,58-14,37 ribu ton atau setara dengan 10-15% kebutuhan daging nasional (Kementerian PPN/Bapenas-JICA, 2014). Potensi pasar yang besar tersebut belum dapat dipenuhi oleh produksi sapi lokal Indonesia, sehingga suplai kebutuhan daging premium didominasi dari impor sapi bakalan dan daging beku, di antaranya dari bangsa sapi Angus dan Wagyu. Sapi lokal pada umumnya digunakan untuk memasok pasar tradisional (Halomoan et al. 2001). Kendala utama pemasaran sapi lokal adalah tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar khusus (hotel, restauran, katering, dan industri pangan berbasis daging) karena kualitas daging yang bermutu rendah (alot). Berdasarkan hasil Survey Karkas Nasional yang dilakukan oleh Fakultas Peternakan IPB (2012) menunjukkan sebesar 84.9% sapi lokal dipotong dalam kondisi kurus-sedang dan 29.55% sapi dipotong pada umur diatas 3.5 tahun. Kondisi ini menyebabkan kualitas daging sapi lokal rendah, sehingga perlu dilakukan pengembangan untuk meningkatkan kualitas daging sapi lokal. dst ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113080
      Collections
      • Research Report [254]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository