View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Identifikasi Kantong-Kantong Kemiskinan di Jawa Tahun 2011-2015 dengan Cylindrical dan Flexible Space Time Scan Statistic

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (20.03Mb)
      Date
      2019
      Author
      Nurrusydah, Za'ima
      Erfiani
      Sartono, Bagus
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kemiskinan merupakan masalah global yang sampai saat ini masih menjadi perhatian utama negara-negara di dunia. Indonesia sebagai negara berkembang tentunya tidak luput dari masalah kemiskinan. Pemerintah Indonesia membentuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk mengatasi permasalahan kemiskinan. TNP2K memerlukan identifikasi wilayah prioritas atau kantong kemiskinan sehingga programnya dapat tepat sasaran. Scan statistic menjadi salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk mengidentifikasi kantong-kantong kemiskinan. Space Time Scan Statistic (STSS) merupakan metode scan statistic untuk analisis spatiotemporal. Cylindrical STSS menggunakan jendela pemindaian berbentuk silinder sedangkan sebagian besar wilayah geografis tidak berbentuk lingkaran. Flexible STSS mampu mendeteksi kantong-kantong kemiskinan dengan bentuk yang fleksibel dan pada saat yang bersamaan kantong kemiskinan dibatasi dalam daerah yang lebih kecil pada setiap wilayah. Sebelum melakukan analisis dengan metode STSS, perlu ditentukan ukuran jendela pemindaian maksimum (K). Pemilihan K optimal dapat dilakukan dengan membandingkan log likelihood ratio (LLR) zona gabungan pada setiap K. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kantong-kantong kemiskinan menggunakan Cylindrical dan Flexible STSS kemudian membandingkan hasil keduanya dan selanjutnya menentukan metode yang terbaik. Metode STSS terbaik ini kemudian dipakai untuk mengidentifikasi kantong anak usia 7-12 tahun yang tidak bersekolah. Hal ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara kantong kemiskinan dengan kantong anak usia 7- 12 tahun yang tidak bersekolah. Cylindrical dan Flexible STSS menghasilkan kantong-kantong kemiskinan yang signifikan untuk tahun 2011 sampai 2015. Hasil Kantong kemiskinan prioritas pertama berada di beberapa kabupaten wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kantong kemiskinan prioritas kedua berada di beberapa kabupaten wilayah Provinsi Jawa Timur. Kantong-kantong lainnya tersebar di beberapa kabupaten wilayah Provinsi DI Yogyakarta dan Provinsi Jawa Barat. Cylindrical STSS cenderung memiliki kantong yang lebih luas dibandingkan Flexible STSS. Terdapat beberapa kabupaten yang tidak layak masuk sebagai kantong kemiskinan jika dilihat dari nilai resiko relatif dan indikator kemiskinannya. Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh Flexible STSS. Flexible STSS mampu menghasilkan kantong-kantong kemiskinan yang lebih baik dengan tidak memasukkan kabupaten-kabupaten tersebut. Terdapat perbedaan urutan prioritas kantong kemiskinan yang dihasilkan oleh Cylindrical dan Flexible STSS. Urutan prioritas ditentukan oleh nilai LLR. Kantong dengan prioritas pertama memiliki nilai LLR tertinggi. Kantong prioritas kedua memiliki nilai LLR tertinggi kedua dan seterusnya. Berdasarkan urutan prioritasnya, kantong-kantong kemiskinan yang dihasilkan oleh Flexible STSS memiliki nilai LLR yang lebih tinggi dibandingkan pada Cylindrical STSS. Urutan prioritas yang dihasilkan oleh Flexible STSS lebih sesuai dengan resiko relatif dan indikator kemiskinan berupa ����������, ���������� , ����������, dan LLR dari kantong kemiskinan. Penentuan K optimal dilihat berdasarkan LLR zona gabungan. K optimal merupakan nilai K yang memiliki LLR zona gabungan yang paling tinggi dibandingkan nilai K lainnya. Cylindrical STSS memiliki nilai K optimal saat K = 8 dan 9. Flexible STSS memiliki nilai LLR yang konstan saat K = 5 sampai K = 15. Flexible STSS memiliki nilai LLR yang lebih tinggi dibandingkan Cylindrical STSS pada setiap nilai K. Metode STSS terbaik memiliki nilai K optimal dan kesesuaian yang tinggi dengan wilayah prioritas TNP2K. Cylindrical STSS dengan K = 8 dan 9 memiliki persentase kantong kemiskinan yang merupakan wilayah prioritas TNP2K sebesar 56.76 persen dan persentase wilayah prioritas TNP2K yang teridentifikasi sebagai kantong kemiskinan sebesar 80.77 persen. Flexible STSS memiliki nilai terbaik saat K = 9 yaitu 70.00 persen dan 80.77 persen. Flexible STSS dengan K = 9 memiliki K optimal dan kesesuaian dengan wilayah prioritas TNP2K yang tinggi sehingga menjadi metode scan statistic terbaik. Seluruh kantong kemiskinan yang dihasilkan oleh Flexible STSS dengan K = 9 signifikan untuk tahun 2011 sampai 2015. Kantong-kantong kemiskinan yang dihasilkan memiliki rata-rata persentase penduduk miskin (����������), indeks kedalaman kemiskinan (����������), dan indeks keparahan kemiskinan (����������) di atas nilai provinsi dan nasional. Kantong kemiskinan prioritas pertama berada di beberapa kabupaten wilayah Provinsi Jawa Tengah dan prioritas kedua berada di beberapa kabupaten wilayah Provinsi Jawa Timur. Kantong-kantong lainnya tersebar di kabupatenkabupaten wilayah Provinsi DI Yogyakarta dan Provinsi Jawa Barat. Terdapat beberapa kantong yang memiliki kecenderungan untuk menjadi kantong anak usia 7-12 tahun yang tidak bersekolah. Flexible STSS dengan K = 9 digunakan dalam mengidentifikasi kantong anak usia 7-12 tahun yang tidak bersekolah. Hasilnya signifikan untuk tahun 2016. Jika dilihat dari pola persebaranya, kantong-kantong anak usia 7-12 tahun yang tidak bersekolah di tahun 2016 tidak memiliki kesamaan dengan kantongkantong kemiskinan di tahun 2015. Hanya terdapat 12 kabupaten atau 42.86 persen yang pada tahun 2015 merupakan kantong kemiskinan dan pada tahun 2016 menjadi kantong anak usia 7-12 tahun yang tidak bersekolah. Hal ini menunjukkan bahwa kemiskinan tidak berdampak signifikan pada pencapaian pendidikan dasar. Artinya pemerintah Indonesia telah berhasil menyelenggarakan pendidikan dasar untuk usia 7-12 tahun.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98588
      Collections
      • MT - Mathematics and Natural Science [4143]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository