View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agricultural and Biosystem Engineering
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agricultural and Biosystem Engineering
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Sintesis dan Karakterisasi Edible Film Berbahan Dasar Aloe vera L. yang Diinkorporasikan dengan Shellac Resin dan Hidrokoloid (Gelatin dan Guar Gum).

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (1.499Mb)
      Date
      2019
      Author
      Yunus, Fajri
      Purwanti, Nanik
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Edible film berbahan dasar Aloe vera biasanya memiliki struktur yang lemah, sehingga memiliki kekuatan yang rendah. Inkorporasi dari shellac resin dan gelatin atau guar gum akan menghasilkan composite edible film dengan karakteristik yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk sintesis edible film berbahan dasar Aloe vera yang diinkorporasikan dengan shellac resin yang ditambahkan gelatin dan guar gum. Konsentrasi awal dari shellac resin (SH) dijaga konstan pada 6% w/w; sementara konsentrasi awal gelatin (GE) adalah 4% dan 6% w/w dan guar gum (GG)1% dan 2% w/w. Rasio antara SHGE/SHGG dan Aloe vera gel dalam suspensi composite film (ALSHGE/ALSHGG) adalah 1:1. Suspensi composite film disimpan pada suhu ruang selama 4 hari dan film dibuat dari suspensi film ini pada hari 0, 2 dan 4. Suspensi film dikarakterisasi dalam hal perilaku aliran, viskositas, pengendapan, dan aktivitas mikroba selama penyimpanan. Film dikarakterisasi dalam hal ketebalan, kelarutan, kadar air dan laju transmisi uap air (WVTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi composite film ALSHGE dan ALSHGG adalah pseudoplastic, tergantung pada konsentrasinya, dengan pengendapan terjadi pada suspensi composite film ALSHGG setelah empat hari. Pertumbuhan mikroba dalam suspensi film tidak dapat dihindari pada semua konsentrasi ALSHGG, tetapi tidak terjadi pertumbuhan mikroba pada kedua konsentrasi ALSHGE. Setelah 20 g suspensi film dituangkan menjadi film, ALSHGE4% dan ALSHGE6% menghasilkan film yang lebih tebal, dengan kadar air yang lebih rendah, daripada ALSHGG1% dan 2%. Hal tersebut menjadi alasan untuk tingginya kelarutan dan WVTR film ALSHGG. WVTR film bervariasi, tidak tergantung pada waktu penyimpanan larutan film, dengan WVTR terkecil diamati dalam film dari ALSHGE. ALSHGE4% adalah formulasi terbaik dibandingkan dengan formulasi lain.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97777
      Collections
      • UT - Agricultural and Biosystem Engineering [3593]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository