Pengembangan Knowledge Management System Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
View/ Open
Date
2019Author
Sungkono, Andri
Hermadi, Irman
Nurhadryani, Yani
Metadata
Show full item recordAbstract
Teknologi nuklir merupakan teknologi yang oleh sebagian besar masyarakat
awam dirasa paling jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali bersentuhan
dengan masalah-masalah kehidupan manusia sehari-hari. Masyarakat awam lebih
banyak mengenali resiko atau bahaya dari teknologi nuklir itu dibandingkan dengan
pengenalan mereka terhadap manfaat yang dapat diperoleh dari teknologi nuklir.
Pemanfaatan nuklir di Indonesia sendiri telah dimulai sejak lama di berbagai
bidang. Hal ini diawali dengan pembentukan Dewan Tenaga Atom dan Lembaga
Tenaga Atom di antara tahun 1954 hingga 1958. Lembaga Tenaga Atom inilah yang
merupakan cikal bakal lembaga yang saat ini kita kenal dengan nama Badan Tenaga
Atom Nasional (BATAN).
Masalah yang dihadapi oleh BATAN saat ini adalah kesenjangan
pengetahuan antar generasi, hilangnya pengetahuan dari ahli nuklir senior ketika
mereka pensiun atau meninggalkan BATAN jika pengetahuan mereka belum
diwariskan kepada generasi muda. Salah satu upaya untuk mencegah hal ini adalah
dengan menerapkan Nuclear Knowledge Management System (NKMS). Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan NKMS berbasis web dengan menggunakan
metodologi Knowledge Management System Life Cycle (KMSLC).
Metodologi diadopsi dari (Awad dan Ghaziri 2010) mulai dari tahapan
evaluasi infrastruktur yang tersedia, pembentukan tim knowledge management,
menangkap pengetahuan, desain knowledge management system, pengujian
knowledge management system, implementasi knowledge management system,
mengelola perubahan dan struktur penghargaan, dan evaluasi post system.
Pada tahapan evaluasi infrastruktur yang tersedia, hasilnya adalah semua
kawasan BATAN telah terhubung melalui jaringan awan Metronet sehingga
arsitektur KMS terpusat dapat diterapkan di BATAN. Aplikasi web base yang
sudah tersedia di BATAN dijadikan sumber data pengetahuan. Pengetahuanpengetahuan
tersebut akan dikelompokan menurut kompetensi yang tersedia di
BATAN.
Tim knowledge management dibentuk dalam rangka pembuatan knowledge
management system. Tim terdiri atas Chief Knowledge Officer (CKO), System
Engineer, Designer and programmer dan Application Tester.
Pada tahap menangkap pengetahuan explicit untuk tahap awal didapat dari
berbagai jurnal yang ada di BATAN, jurnal tersebut dipanen metadatanya
kemudian digunakan sebagai basis data ilmu pengetahuan. Untuk pengetahuan tacit
diperoleh dari para pakar baik itu melalui wawancara, presentasi, story telling,
coaching mentoring, atau melalui community of practice kemudian disimpan
kedalam basis data pengetahuan.
Rancangan desain knowledge management system terdiri atas modul NKMS
antara lain basis pengetahuan, direktori pakar, Komunitas Praktik (CoP),
pengetahuan kritis, permainan dan gamification, pengaturan agenda acara kegiatan.
Basis pengetahuan adalah pengetahuan dari jurnal BATAN yang dikumpulkan ke
dalam satu database pengetahuan dan dikelompokan berdasarkan kompetensi
BATAN. Direktori ahli adalah direktori karyawan BATAN dengan keahlian dan
latar belakang pendidikan. Community of practice (CoP) adalah forum online untuk
menjembatani antara petugas junior dengan karyawan senior dalam berbagi
pengetahuan. Pengetahuan kritis adalah galeri video dalam bentuk cerita atau
wawancara tentang pengetahuan yang ada pada dirinya kemudian disimpan dalam
aplikasi KMS Iptek Nuklir sehingga dapat digunakan untuk karyawan lain. Game
dan gamification dalam bentuk game pembelajaran dan menambahkan elemen
permainan ke forum. Agenda kegiatan adalah modul yang mencatat aktivitas yang
terkait dengan peristiwa manajemen pengetahuan.
Tahapan pengujian sistem dengan menggunakan metode black box testing.
Tahapan awal pengujian akan dibuatkan tabel skenario pengujian. Berdasarkan
tabel skenario tersebut penguji melakukan langkah langkah pengujian dan hasil
yang keluar oleh sistem dibandingkan dengan hasil yang diharapkan yang tersedia
pada tabel skenario.
Nuclear Knowledge Management System diimplementasikan pada salah satu
server yang berada di Kawasan Nuklir Serpong. Operating system yang digunakan
adalah Linux Centos 7, web server Apache versi 2.4.6 dengan versi PHP 5.6.32 dan
database server MySQL versi 5.5.56-MariaDB.
Dalam mengelola perubahan dan struktur penghargaan, Pimpinan BATAN
menandatangi kebijakan penerapan manajemen pengetahuan nuklir di BATAN.
Pembentukan tata kelola manajemen pengetahuan nuklir. Membuat rencana jangka
pendek, jangka menengah dan jangka panjang dalam menerapkan manajemen
pengetahuan nuklir.
Pada tahapan evaluasi post system dilakukan dengan cara penyebaran
kuisioner penilaian NKMS. Hasil evaluasi post system kualitas NKMS adalah baik
tetapi masih harus ditingkatkan terutama pada kecepatan waktu respon dan
konsistensi dari kecepatan setiap mengakses NKMS.
