View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Blast Furnace Slag, Converter Slag, Kalsit, dan Dolomit Terhadap Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Sorgum Pada Tanah Podsolik Dari Jasinga

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (14.73Mb)
      Date
      2017
      Author
      Putri, Visda Yuniandini
      Suwarno
      Nugroho, Budi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Podsolik berpotensi dikembangkan sebagai lahan pertanian karena sebarannya yang luas di Indonesia. Akan tetapi, tanah ini memiliki faktor pembatas di antaranya: memiliki reaksi masam, kadar Al-dd tinggi, dan unsur hara tersedia rendah, sehingga diperlukan input pemupukan dan pengapuran. Kalsit dan dolomit adalah bahan pengapuran yang umum digunakan. Adapun steel slag adalah produk sampingan yang terbentuk dalam proses pembuatan baja, berpotensi digunakan sebagai bahan pengapuran pada tanah masam karena mengandung Ca, Si, dan Mg. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan steel slag (blast furnace slag dan converter slag) sebagai bahan pengapuran dibandingkan dengan kalsit dan dolomit pada tanah Podsolik dari Jasinga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalsit, dolomit, blast furnace slag, dan converter slag berpengaruh sangat nyata dalam meningkatkan pH tanah, Cadd tanah, dan menurunkan Al-dd tanah, serta nyata meningkatkan Mg-dd tanah Podsolik. Kalsit meningkatkan pH dan menurukan Al-dd tanah lebih baik dari dolomit, blast furnace slag, dan converter slag. Kemampuan blast furnace slag sebagai bahan pengapuran dapat meningkatkan pH dan menurunkan Al-dd tanah lebih baik dibandingkan dengan dolomit, sedangkan kemampuan converter slag cenderung paling lemah. Blast furnace slag dan converter slag nyata meningkatkan Fe dan Mn tersedia tanah, sedangkan kalsit dan dolomit tidak. Blast furnace slag, converter slag, kalsit, dan dolomit nyata meningkatkan pertumbuhan sorgum yaitu tinggi tanaman dan cenderung meningkatkan bobot basah sorgum. Pertumbuhan tanaman terbaik secara berturut-turut yaitu dolomit, kalsit, blast furnace slag dan converter slag. Pertumbuhan tanaman dengan adanya perlakuan pengapuran lebih baik dibanding tanaman kontrol disebabkan perbaikan sifat kimia tanah yaitu peningkatan pH, penurunan Al-dd, dan peningkatan hara tersedia yang dibutuhkan tanaman. Blast furnace slag dan converter slag dapat digunakan sebagai bahan pengapuran pada tanah Podsolik dari Jasinga, karena dapat memperbaiki sifat kimia tanah dan pertumbuhan sorgum
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87364
      Collections
      • UT - Soil Science and Land Resources [2825]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository