View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Human Ecology
      • UT - Nutrition Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Human Ecology
      • UT - Nutrition Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Hubungan Pola Konsumsi Pangan Inhibitor dan Enhancer Fe, Bioavailabilitas Fe dan Status Gizi dengan Status Anemia Mahasiswi IPB

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (17.26Mb)
      Date
      2016
      Author
      Ferawati, Ferawati
      Khomsan, Ali
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hubungan pola konsumsi pangan inihibitor dan enhancer Fe, bioavailabilitas Fe, status gizi dengan status anemia mahasiswi IPB. Studi cross sectional dilakukan pada mahasiswi gizi IPB. Data primer dikumpulkan dari 69 orang mahasiswi meliputi pola konsumsi pangan sumber heme dan nonheme, intake zat gizi makro dan mikro berdasarkan FFQ dan konsumsi pangan recall 2x24 jam, data kadar hemoglobin, status gizi, serta bioavailabilitas Fe. Pengukuran bioavailabilitas Fe menggunakan metode Du et al. (2000. Hasil penelitian menunjukkan persentase anemia responden sebesar 56.5% termasuk kategori anemia ringan. Lebih dari separuh responden berstatus gizi normal. Konsumsi kelompok pangan inhibitor meliputi konsumsi pangan serealia (322.9 g/hari), kacang-kacangan (62.6 g/hari), dan teh (2.7 g/hari). Kelompok pangan enhancer yaitu sayuran (59.1 g/hari) dan buah (96.3 g/hari). Rerata tingkat kecukupan gizi berturut turut energi (55.1%), protein (69.3%), Fe (32.7%), Vitamin A (185%), vitamin C (38.7%) dan kalsium (27.7%). Hasil uji korelasi Rank Spearman, menunjukkan ada hubungan frekuensi konsumsi enhancer tomat dan suplemen dengan status anemia (p<0.05). Ada hubungan negatif antara konsumsi pangan inhibitor Fe yaitu kacang-kacangan, kopi dan susu (p<0.05). Ada hubungan konsumsi pangan enhancer Fe yaitu vitamin C, pangan hewani dan sayuran dengan status anemia (p<0.05), namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan bioavailabilitas Fe dengan status anemia (p>0.05).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/86650
      Collections
      • UT - Nutrition Science [3187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository