View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquaculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Transfer Gen Green Fluorescent Protein Terhadap Embrio Ikan Cupang Betta splendens Melalui Metode Transfeksi dan Elektroporasi

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (7.606Mb)
      Date
      2017
      Author
      Danupratama, Syuhada Restu
      Alimuddin
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Transfeksi dan elektroporasi merupakan metode yang berpeluang tinggi berhasil digunakan untuk transfer gen pada telur ikan yang berukuran kecil. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keberhasilan metode transfeksi dan elektroporasi, serta menentukan konsentrasi DNA dalam elektroporasi pada transfer gen GFP melalui embrio ikan cupang (Betta splendens). Ikan cupang dipijahkan secara alami dengan perbandingan jantan:betina adalah 1:1, kemudian telur diambil sebanyak 200 butir/perlakuan. Transfeksi dilakukan pada embrio fase pembelahan 2 sel selama 30 menit (suhu ruang sekitar 25 ℃) dengan menggunakan transfast. Larutan transfeksi terdiri atas 0,75 μL transfast : 0,25 mL GFP solution (konsentrasi DNA: 50 μg μL-1) dan 99 μL larutan NaCl (konsentrasi: 0,9%). Elektroporasi dilakukan menggunakan program kejut 125 Volt cm-1, pulse frequency 3x, pulse length 7 mikrodetik, dan interval 1 detik. Plasmid DNA pMBA-GFP (konsentrasi DNA: 30 μg μL-1 dan 50 μg μL-1) dan phosphate buffer saline (PBS) dicampur hingga mencapai volume akhir 800 μL pada kuvet elektroporasi. Keberhasilan transfer gen dianalisis menggunakan metode PCR dengan primer spesifik GFP. Berdasarkan hasil penelitian derajat penetasan masing-masing perlakuan (T,TK, E30, E50, EK+, dan EK-) yaitu adalah 67,08%; 68,75%; 73,43%; 70,75%; 72,89%; dan 73,56%. Kelangsungan hidup masing-masing perlakuan berturut-turut adalah 73,50%; 77,14%; 72,33%; 76,67%; 73,30%; dan 69,68%. Deteksi gen GFP masing-masing perlakuan berturut-turut adalah 60,00%; 0,00%; 80,00%; 66,67%; 0,00%; dan 0,00%. Dengan demikian, metode transfeksi dan elektroporasi berhasil digunakan dalam transfer gen GFP pada embrio ikan cupang, serta konsentrasi DNA dalam elektroporasi pada transfer gen GFP melalui embrio ikan cupang adalah 30 μg μL-1.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/84768
      Collections
      • UT - Aquaculture [2201]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository