View Item 
      •   IPB Repository
      • IPB's Books
      • Proceedings
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPB's Books
      • Proceedings
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Beririgasi: Studi Kasus Kabupaten Banyumas

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (490.7Kb)
      Date
      2008
      Author
      Susanto, Sahid
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Lahan sawah beririgasi mempunyai peran utama dalam menjaga stabilitas suplai pangan khususnya beras, meningkatkan fungsi ekologis, menciptakan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan, wahana pembentuk peradaban masyarakat berbasis agraris. Namun keberadaan lahan irigasi mengalami berbagai tekanan. Luas penurunannya mencapai sekitar 200 ha per tahun, terutama di Jawa. Penurunan signifikan juga terjadi di Kabupaten Banyumas, karena secara geografis terletak pada persimpangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Studi yang dilakukan memfokuskan pada strategi penyusunan pencegahan alih fungsi lahan sawah beririgasi untuk dipakai sebagai dasar dalam penyusunan peraturan daerah. Strategi disusun secara holistik dengan mempertimbangkan aspek letak geografis, pengendalian tata ruang, pembangunan wilayah, sosial ekonomi dan hukum. Lahan sawah irigasi sebagai bagian aset sumberdaya alam ditempatkan dalam posisi strategis karena mempunyai nilai manfaat dan nilai intrinsik. Prinsip dasar yang dipakai dalam optimasi mencakup: i) menjaga stabilitas kemantapan suplai pangan (safeguard the stable of food), khususnya beras, ii) meningkatkan peran dan fungsi lingkungan pertanian (enhance environmental functions of agriculture), dan iii) menciptakan kemakmuran dan kesejahteraaan masyarakat penerima (beneficeries) air irigasi menuju masyarakat yang mempunyai harkat dan martabat Berbasis pada optimasi diperoleh zonasi lahan irigasi yang dikaitkan dengan kluster tata ruang, wilayah pengendalian dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu: i) lahan irigasi yang dilindungi yang tidak dapat dialihfungsikan ii) lahan dengan alih fungsi terbatas; dan iii) boleh dialihfungsikan Dengan pertimbangan bahwa lahan sawah beirigasi sebagai penghasil utama beras dan beras merupakan bagian dari identitas, harga diri dan martabat bangsa maka pengendalian alih fungsi lahan irigasi dengan instrumen hukum tingkat Peraturan Daerah (Perda) menjadi sangat sangat diperlukan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/8408
      Collections
      • Proceedings [2792]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository