Preparasi Imunoglobulin Yolk (Igy) Spesifik Rabies Untuk Pengembangan Kit Diagnostik
View/ Open
Date
2016Author
Ruhi, Suwarny
Murtini, Sri
Poetri, Okti Nadia
Metadata
Show full item recordAbstract
Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus neurotropik genus
Lyssavirus famili Rhabdoviridae dan dapat ditularkan dari hewan ke hewan lain
maupun hewan ke manusia melalui saliva.Penyakit ini bersifat zoonosis dan
berakibat fatal pada manusia, sehingga semua material yang dicurigai terinfeksi
virus rabies harus ditangani dengan memperhatikan aspek keamanan sesuai
dengan spesifikasi World Health Organization(WHO). Diagnosis penyakit rabies
di Indonesia selama ini hanya berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan
histopatologis preparat otak yang berasal dari hewan tersangka.Teknik diagnosa
untuk mendeteksi virus rabies harus terus dikembangkan. Antigen dan antibodi
standar sangat diperlukan untuk diagnosa rabies. Penelitian ini bertujuan untuk
memproduksi antibodi standar terhadap virus rabies yang nantinya dapat di
gunakan sebagai antibodi standar dan membandingkan dua metode purifikasi
imunoglobulin yolk(IgY) spesifik rabies asal kuning telur.
Kegiatan penelitian yang dilakukan meliputi produksi antibodi pada ayam
petelur yang telah divaksinasi menggunakan antigen rabies terinaktivasi,
pengukuran konsentrasi IgY dalam kuning telur, pemurnian IgY dari kuning telur,
pengukuran konsentrasi total protein IgY, karakterisasi antibodi spesifik rabies,
penentuan titer IgY anti rabies menggunakan ELISA. Kuning telur yang diketahui
positif mengandung IgY spesifik rabies dimurnikan menggunakan dua metode
yaitu : 1) pengendapan dengan NaCl; 2) teknik Water Soluble Fraction (WSF),
dilanjutkan pengendapan dengan PEG 6000-amonium sulfat. Titer IgY spesifik di
tentukan dengan uji ELISA dan karakterisasi protein dengan metode SDS-PAGE.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibodi anti-rabies dapat dideteksi
pada kuning telur pada minggu kedua setelah vaksinasi pertama. Purifikasi IgY
dengan NaCl menghasilkan konsentrasi 331 μg/ml dan teknik WSF 184 μg/ml.
Karakterisasi protein menggunakan SDS-PAGE menghasilkan pita protein pada
teknik NaCl dengan berat molekul 164,16 kDa, 126,43 kDa, 97,36 kDa, 68,73
kDa, 40,76 kDa, 28,77 kDa dan teknik WSF dengan berat molekul 94,03 kDa,
65,61 kDa, dan 31,94 kDa. Titer antibodi spesifik menggunakan teknik NaCl
lebih besar dari 0,5 EU/ml dan teknik WSF dengan titer antibodi di bawah 0,5
EU/ml . Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa IgY spesifik
rabies dapat diproduksi pada ayam petelur dan menghasilkan antibodi yang
titernya cukup tinggi
Collections
- MT - Animal Science [1304]
