View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Mathematics and Natural Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Aktivitas Antiobesitas Ekstrak Sirih Merah (Piper Crocatum) Terhadap Obesitas Yang Diinduksi Pakan Tinggi Lemak Pada Tikus

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (14.40Mb)
      Date
      2015
      Author
      Husnawati
      Bintang, Maria
      Safithri, Mega
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Obesitas merupakan permasalahan yang mendapat perhatian serius di dunia kesehatan saat ini, karena kondisi obesitas dapat menjadi faktor pencetus penyakitpenyakit lain yang dapat membahayakan jiwa, seperti penyakit jantung, diabetes mellitus tipe 2, stroke dan kanker. Angka kejadian obesitas menunjukkan peningkatan di sebagian besar wilayah Indonesia dan di dunia. Beberapa studi yang meneliti tentang efek antiobesitas dari tanaman-tanaman obat menunjukkan bahwa tanaman-tanaman tersebut sebagian besar mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin. Sirih merah (Piper crocatum) merupakan salah satu tanaman tradisional Indonesia yang telah banyak diteliti dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Ekstrak air daun sirih merah mengandung flavonoid, tanin, dan alkaloid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sirih merah memiliki khasiat yang berkaitan dengan penyakit-penyakit degeneratif, seperti efek antioksidan, antihiperglikemik, mencegah kenaikan kadar lipid darah, serta berpotensi sebagai antikanker. Ekstrak sirih merah hingga dosis 2 g/kg bobot badan tidak bersifat toksik secara in vivo. Berdasarkan efek tersebut, ekstrak sirih merah diduga memiliki kemampuan untuk memperbaiki kondisi obesitas dan kejadian sindrom metabolik. Obat-obatan yang digunakan secara klinis untuk terapi DM tipe 2 (seperti metformin dan glitazon), mampu menurunkan kadar gula dalam darah melalui mekanisme aktivasi enzim AMP-activated protein kinase (AMPK). Mekanisme ini tidak tergantung pada jalur sinyal insulin, sehingga menjadikan AMPK sebagai target terapi yang menjanjikan pada pengobatan DM dan obesitas. Aktivasi enzim AMPK yang terfosforilasi akan menyebabkan inhibisi terhadap enzim acetyl co-A carboxylase (ACC), enzim pertama yang berperan dalam biosintesis asam lemak. Aktivasi AMPK secara tidak langsung juga mengakibatkan inhibisi enzim fatty acid synthase (FAS) yang berperan dalam lipogenesis. Penelitian ini ingin melihat apakah ekstrak sirih merah memiliki efek antiobesitas melalui penurunan bobot badan dan kadar lipid hati, serta pengaruh aktivitas enzim yang berperan dalam metabolisme lipid melalui aktivasi AMPactivated protein kinase (AMPK), serta inhibisi acetyl-CoA carboxylase (ACC) dan fatty acid synthase (FAS) pada hati tikus obes. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan ilmu pengetahuan tentang mekanisme biomolekular efek antiobesitas tanaman sirih merah, serta pemanfaatannya dapat diaplikasikan oleh masyarakat sebagai tanaman obat tradisional yang mampu menurunkan bobot badan. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus Sprague dawley yang dibagi menjadi empat kelompok (n = 6), yaitu kelompok normal (N), kontrol obesitas (KO), ekstrak sirih merah dosis 1260 mg/kgBB (SMA), dan ekstrak sirih merah dosis 1890 mg/kgBB (SMB). Bobot badan tikus dipantau dan dianalisis perubahannya setiap minggu. Pengukuran kadar lemak hati dilakukan dengan menggunakan kit spektrofotometri dari BiovisionTM, dan kadar enzim metabolik hati (pAMPK, ACC, FAS) menggunakan ELISA kit dari CusabioTM. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok tikus yang diberi ekstrak sirih merah dosis 1260 mg/kgBB merupakan satu-satunya kelompok yang menghasilkan penurunan bobot badan yaitu -4,52%, dengan kadar trigliserida, asam lemak dan ACC paling rendah yaitu 47,69 mg/g, 3,78 mg/g dan 9,13 ng/g jaringan hati, walau tidak berbeda secara signifikan dengan kelompok yang lain, serta kadar FAS paling rendah yaitu 360,68 ng/g yang berbeda nyata secara statistik (p < 0,05). Kadar pAMPK pada kelompok perlakuan tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak sirih merah tidak mampu mengaktivasi enzim AMPK, tetapi mampu menghambat kadar ACC dan FAS di jaringan hati.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80033
      Collections
      • MT - Mathematics and Natural Science [4143]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository