View Item 
      •   IPB Repository
      • IPB's Books
      • Proceedings
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPB's Books
      • Proceedings
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Evaluasi Kandungan Diosmin Dan Protein Tanaman Seledri (Apium Graveolens L.) Dari Daerah Cipanas Dan Ciwidey

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (5.490Mb)
      Date
      2009
      Author
      Purwakusumah, .Edy Djauhari
      Seno, Djarot Sasongko Hami
      Putri, Bina Listyari
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar diosmin, yang berperan sebagai antiinflamasi, serta pola protein tanaman seledri yang ditanam pada daerah Cipanas dan Ciwidey dengan masa tanam berbeda. Ekstrak diosmin dari tanaman seledri diperoleh dengan cara merefluks dalam larutan DMSO 10% dalam metanol kemudian dilakukan identifikasi pola kromatogramnya menggunakan Kromatografi Lapis Ti pis (KL T) dan ditentukan kadar diosminnya menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Ekstraksi protein dari tanaman seledri menggunakan bufer ekstraksi protein dan untuk mengetahui konsentrasi protein total menggunakan metode Lowry. Elektroforesis gel poliakrilamid SDS digunakan untuk mengetahui pola serta bobot molekul protein tanaman seledri. Kadar air, kadar abu, dan rendemen pada kedua daerah tidak berbeda nyata, sedangkan bobot basah dan konsentrasi protein total menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Untuk waktu pengamatan umur (masa tanam) 4, 6, dan 8 minggu, tanaman seledri di kedua daerah menunjukkan peningkatan bobot basah dan kadar protein total. Bobot basah seledri Ciwidey dan seledri Cipanas berumur 4, 6, dan 8 minggu berturut-turut adalah 56,52; 134,44; 265,39; 50,52; 97,64; dan 168,56 gram per tanaman. Kadar protein total seledri Ciwidey adalah 3,98; 11,70; dan 6,76% sedangkan untuk seledri Cipanas adalah 1,93; 4,09; dan 7,33%. Kadar diosmin seledri Cipanas terus meningkat seiring bertambahnya umur tanaman yakni berturut-turut sebesar 0,23; 1,02; dan 2,15% sedangkan seledri Ciwidey justru mengalami penurunan kadar diosmin dengan bertambah tuanya umur tanaman yakni 0,62; 0,06; dan tidak terdeteksi pada umur 4, 6, dan 8 minggu. Hasil SDS PAGE menunjukkan pola protein yang sama pada seluruh sampel dan terdapat dua pita protein dominan dengan bobot molekul sebesar 16.6 dan 17.4 kDa.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76078
      Collections
      • Proceedings [2792]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository