Analisis Rencana Bisnis Pendirian Perusahaan Pengemasan Teh Rosella
Abstract
Berbagai macam teh dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun bahan obat. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan bahan obat dan dihidangkan yaitu tanaman Rosella yang dalam bahasa latin dinamakan Hibiscus sabdariffa L. Tanaman Rosella memberikan banyak manfaat di bidang kesehatan Data resmi dari Badan Pusat Statistik mengenai data produksi dan permintaan Rosella di Indonesia hingga saat ini belum ada, namun menurut Rahmawati (2012) ada beberapa potret budidaya dan profil sukses bisnis Rosella di berbagai daerah. Profil sukses bisnis Rosella menurut Rahmawati (2012), hingga tahun 2012 ada 16 orang yang mulai mengembangkan bisnis Rosella. Rata-rata omset dari setiap bisnis Rosella tersebut bisa mencapai Rp. 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) per bulan. Mengetahui potensi yang begitu banyak mengenai tanaman Rosella ini, maka timbulah ide untuk mendirikan sebuah perusahaan teh Rosella dalam kemasan. Sebelum mendirikan dan menjalankan suatu usaha maka diperlukan sebuah rencana bisnis agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan maupun sedang berjalan tetap berada di jalur yang benar sesuai dengan yang direncanakan Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menyusun rencana bisnis (business plan) dilihat dari aspek finansial dan aspek non finansial. (2) Menganalisis tingkat kepekaan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada biaya dan permintaan. Berdasarkan analisis aspek non finansial yang terdiri dari rencana pemasaran, rencana teknis dan teknologi, serta rencana manajemen dan organisasi pengembangan usaha pengemasan teh Rosella ini layak untuk dijalankan. Sedangkan hasil analisis rencana keuangan menunjukan usaha ini layak dimana nilai NPV positif yaitu Rp. 13.501.779,-, nilai IRR 61,94% dimana nilai ini lebih besar dari suku bunga deposito yang digunakan yaitu 6,5%, Net B/C 1,08 dan PP 2,6 tahun. Hasil dari analisis sensitifitas terhadap kenaikan harga bahan baku dan penurunan permintaan, usaha ini sensitif pada kenaikan bahan baku sebesar 43% dan penurunan permintaan sebesar 8%.
Collections
- UT - Management [3631]

