Analisis Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus : PT. Depok Ekspres Media)
Abstract
PT. Bogor Ekspres Media dalam harian berita yang di produksinya terbit pertama kali pada tanggal 2 November 1998, yang merupakan anak Jawa Pos pertama berlabel Radar Depok. PT. Bogor Ekspres Media terbit melalui Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUUP) dari Departemen Penerangan No. 651/MENPEN/SIUPP/28 Oktober 1998. Tujuan penelitian: (1) Mengetahui kondisi stres kerja karyawan PT. Depok Ekspres Media, (2) Mengetahui kondisi kinerja karyawan PT. Depok Ekspres Media, (3) Menganalisis pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Depok Ekspres Media. (4) Menganalisis peranan masing-masing faktor stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Depok Ekspres Media. Penelitian ini dilakukan di PT Depok Ekspres Media, dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder diperoleh melalui bahan pustaka, buku-buku, literatur-literatur yang terkait dalam penelitian, serta data perusahaan. Teknik pengambilan contoh responden dilakukan dengan teknik sensus. Uji validitas kuesioner dilakukan dengan uji product moment Pearson dan uji reliabilitas dengan teknik alpha cronbach. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda dan Chi square. Pengolahan data menggunakan program Microsoft Excel dan SPSS 15.0. Hasil penelitian menunjukan nilai signifikansi tuntutan tugas sebesar 0,394 lebih besar dari 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa Ho di terima dan berarti tuntutan tugas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai signifikansi sumber stres kerja dari tuntutan peran sebesar 0,587 lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa tuntutan peran tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai signifikansi untuk sumber stres kerja yang berasal dari tuntutan antar pribadi sebesar 0,045 lebih kecil dari 0,05. Hal tersebut menunjukan tolak Ho yang berarti bahwa tuntutan antar pribadi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai signifikansi sumber stres kerja yang berasal dari struktur organisasi sebesar 0,280 lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa struktur organisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai signifikansi sumber stres kerja yang berasal dari kepemimpinan organisasi yaitu sebesar 0,021 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tolak Ho yang berarti bahwa kepemimpinan organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.
Collections
- UT - Management [3631]
