Penambahan Jamu Ternak dalam Air Minum terhadap Uji Daya Hambat Bakteri Salmonella dan Escerichia coli serta Performa Ayam Arab Petelur
Abstract
Jamu ternak adalah ramuan tradisional yang dibuat dari bahan alami terutama tumbuhan dan merupakan warisan budaya bangsa yang telah digunakan turun temurun. Jamu ternak yang dibuat berasal dari kencur, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, temulawak, daun sirih hijau, dan kayu manis yang masih segar, ditambah molasses dan EM4. Penelitian ini bertempat di Peternakan Ayam Arab Trias Farm Desa Cempelang-Cibatok Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan jamu tradisional yang dicampurkan dalam air minum ternak. Jamu tradisional ini dibuat dari kencur 750 g, bawang putih 750 g, jahe 375 g, lengkuas 375 g, kunyit 375 g, temulawak 375 g, daun sirih hijau 187,5 g, dan kayu manis 187,5 g yang masih segar, dan penambahan molases dan EM4 (Saenab et al., 2002). Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam arab periode bertelur berumur satu tahun sebanyak 1040 ekor yang dialokasikan ke dalam 4 perlakuan dengan dosis setiap perlakuan 10 ml/ekor/hari, 20 ml/ekor/hari dan 30 ml/ekor/hari dan perlakuan kontrol. Semua bahan diinkubasikan selama 5 hari dan jamu ini diberikan selama tiga hari berturut-turut selama seminggu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan. Data diolah dan dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan jika memberikan hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Peubah yang diukur adalah uji fitokimia & daya hambat terhadap bakteri Salmonella dan Escerichia coli, pengaruh jamu ternak terhadap performa ayam Arab (konsumsi ransum, konversi ransum, produksi telur, dan mortalitas).
