Dosis Toksik dari Ekstrak dan Residu Bungkil Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas, L.) Menggunakan Pelarut Metanol pada Mencit (Mus musculus)
Abstract
Jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan jenis tanaman semak atau pohon yang dapat dimanfaatkan seluruh bagiannya, mulai dari daun, buah, kulit batang, getah dan batangnya. Bagian yang pemanfaatannya paling tinggi pada tanaman ini terdapat pada buahnya yang terdiri dari biji dan cangkang (kulit). Proses pengepresan yang dilakukan pada biji jarak pagar akan menghasilkan bungkil yang kemudian diekstraksi menghasilkan minyak jarak pagar. Minyak jarak pagar dapat diolah untuk menghasilkan biodisel, sedangkan bungkilnya dapat diolah untuk dijadikan bahan pakan alternatif bagi ternak. Bungkil biji jarak pagar (BBJP) memiliki kandungan protein tinggi yaitu 19-21%. Pemanfaatan BBJP sebagai pakan ternak masih membutuhkan pengolahan secara intensif, karena BBJP mengandung zat racun bagi ternak yang akan menimbulkan kematian apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Phorbolester dan curcin dalam BBJP merupakan racun utama yang memiliki konsentrasi tinggi yang terdapat dalam BBJP (Makkar dan Becker, 1997). Zat-zat antinutrisi tersebut dapat dikonsentrasikan untuk dapat digunakan sebagai bahan racun atau toksik khususnya hama. Untuk mendapatkan zat antinutrisi yang pekat dapat dilakukan dengan cara ekstraksi. Salah satu zat pengekstrak yang dapat digunakan sebagai bahan pelarut adalah metanol. Metanol diketahui merupakan bahan pengekstrak lemak, sehingga dapat mengikat zat antinutrisi yang mempunyai sifat larut lemak, termasuk phorbolester. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis toksik pada mencit yang diberi ekstrak metanol BBJP dan residunya.
