Kualitas Ransum Komplit Mengandung Bungkil Inti Sawit dengan Kombinasi Hijauan Berbeda pada Kelinci
Abstract
Pemeliharaan kelinci untuk produksi daging di Indonesia belum dilakukan secara profesional karena pemberian pakan yang masih mengandalkan konsentrat untuk hewan kesayangan dengan harga relatif mahal. Solusi yang tepat untuk permasalahan di atas adalah dengan penggunaan ransum komplit berbasis bahan baku pakan lokal. Salah satu bahan pakan lokal yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pakan kelinci adalah bungkil inti sawit mengingat bungkil inti sawit memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan proses pengolahan yang sama dengan bungkil kelapa maka bungkil inti sawit diharapkan dapat menggantikan bungkil kelapa sebagai sumber protein konvensional selama ini. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pengaruh pemberian ransum komplit mengandung bungkil inti sawit dengan bungkil kelapa terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan, dan efisiensi pakan pada ternak kelinci potong jantan lokal peranakan New Zealand White. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2009. Lima belas ekor kelinci diberikan salah satu dari lima perlakuan pakan secara acak yaitu R1 (ransum komplit + 5% bungkil kelapa + 30% rumput lapang), R2 (ransum komplit + 5% bungkil kelapa + 25% rumput lapang + 5% Leucaena leucochepala), R3 (ransum komplit + 5% bungkil kelapa + 25% rumput lapang + 5% daun ubi jalar), R4 (ransum komplit + 5% bungkil inti sawit + 25% rumput lapang + 5% Leucaena leucochepala), R5 (ransum komplit + 5% bungkil inti sawit + 25% rumput lapang + 5% daun ubi jalar). Pemeliharaan dilakukan selama lima minggu dimana minggu pertama sebagai masa adaptasi pakan dan empat minggu berikutnya dilakukan pengamatan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam (Analysis of Variance) dan jika berbeda nyata dilakukan uji jarak Duncan.
