Analysis of Expenditure and Food Consumption Patterns and Its Relation to the Nutritional Status in Beastudi Etos Student West Java
Analisis Pengeluaran dan Pola Konsumsi Pangan serta Hubungannya dengan Status Gizi Mahasiswa Penerima Beasiswa Etos Jawa Barat
Abstract
The objective of this study was to analyze expenditures and food consumption patterns and their relationship to the nutritional status of Beastudi Etos students of West Java. The research was conducted in three regions of West Java namely Bogor, Depok and Bandung. Design used in this study was a cross sectional study. Stratified Random Sampling used in get the number of samples as many as 84 people. Based on the Spearman correlation test, there is a relationship between energy sufficiency level (r=-0.332; p=0.002) and protein sufficiency level (r=-0.306; p=0.005) with the nutritional status. There was no relationship between spending on food with Dietary habits scores (r=0.125; p=0.256). There was no relationship between the cost of food to energy sufficiency level (r =0.001; p=0.990) and the protein sufficiency level (r=0.111; p=0.316). Dietary habit scores do not have a relationship with energy sufficiency level (r=0.031; p=0.776) and protein sufficiency level (r=0.168; p=0.126). Nutritional adequacy allegedly more influenced by food consumption, both in types and amounts consumed by samples. Based on the Spearman correlation test results, there is no significant correlation (r=0.020; p=0.858) between the score of dietary habits and nutritional status samples. Kelompok usia dewasa merupakan salah satu sumber daya manusia yang perlu disiapkan untuk menentukan keberhasilan pembangunan nasional bangsa di masa yang akan datang. Hasil Riskesdas (2010) juga menyatakan bahwa kelompok usia yang mengkonsumsi energi di bawah kebutuhan minimal tertinggi berada pada usia 19-29 tahun (dewasa awal) dengan persentase sebesar 54.5%. Jika konsumsi pangan kurang dari angka kecukupan yang dianjurkan dan berangsur lama, maka akan berpengaruh terhadap status gizi. Pemilihan makanan yang tepat dari segi kualitas maupun kuantitas menjadi penting untuk dilakukan. Selain itu, pengaturan dalam pengeluaran pangan juga perlu diperhatikan guna menghindari pengeluaran yang berlebihan namun tidak memberikan kontribusi gizi yang baik. Pola konsumsi pangan yang tepat penting diterapkan oleh mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa terutama bagi mereka yang tidak tinggal bersama dengan keluarga. Jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup akan pentingnya pemenuhan gizi yang baik secara kualitas dan kuantitas, maka bukan tidak mungkin kebutuhan gizi mereka tidak terpenuhi. Oleh karena itu, analisis pengeluaran dan pola konsumsi pangan ini perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengeluaran dan pola konsumsi pangan serta hubungannya dengan status gizi pada mahasiswa penerima Beastudi Etos. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk (1) Mempelajari karakteristik individu dan karakteristik keluarga berdasarkan lokasi daerah; (2) Menganalisis pengeluaran pangan mahasiswa berdasarkan lokasi daerah; (3) Menganalisis pola konsumsi pangan mahasiswa berdasarkan lokasi daerah; (4) Menganalisis status gizi mahasiswa berdasarkan lokasi daerah; (5) Menganalisis hubungan pengeluaran pangan dan pola konsumsi pangan dengan status gizi mahasiswa.
Collections
- UT - Nutrition Science [3187]

