Spatial Hotspots Clustering of Forest and Land Fires using DBSCAN and ST-DBSCAN.
Penggerombolan Spasial Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan DBSCAN dan ST-DBSCAN
Date
2012Author
Purwanto, Utsri Yustina
Barus, Baba
Adrianto, Hari Agung
Metadata
Show full item recordAbstract
Forest and land fire has become international important environmental and economic issue for the last several years. For Indonesia and some neighboring countries, it also produces huge amount of smog and air pollution causing economic, environmental and health problems. The objective of this research is to find hotspot clustering pattern using DBSCAN dan ST-DBSCAN. There is a possibility that the hotspot is not spread randomly but naturally gather in some area to form clusters based on proximity of distance and time. DBSCAN and ST-DBSCAN are density based clustering in spatial data mining. The advantage of these methods is the clusters form can be more flexible, especially when applied on a large data size. However, DBSCAN cannot differentiate two adjacent clusters with different density while ST-DBSCAN can. As the results, DBSCAN clustering detected 38 hotspot clusters with 6 noises while ST-DBSCAN detected more. Since ST-DBSCAN is an extension of DBSCAN algorithm, ST-DBSCAN can process both of spatial and non-spatial data by using Eps 1 for spatials attributes and Eps 2 for non-spatial attributes, such as time. With this algoritm, there are 147 hotspot clusters and 149 noises. The biggest cluster are located in Musi Rawas, Muara Enim, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir. Furthermore, this research is expected to identify hotspot clustering patterns and behaviors and to produce useful information to evaluate and mitigate forest and land fires hazards and also generate it’s prototype.
Collections
Related items
Showing items related by title, author, creator and subject.
-
Aplikasi Pengelompokkan Sekuens Titik Panas di Pulau Sumatera dan Kalimantan dengan Menggunakan Algoritme ST-DBSCAN.
Wulandari, Apriliani | Sitanggang, Imas Sukaesih (2017)Kemunculan titik panas yang berurutan dapat menjadi indikator kuat terjadinya kebakaran hutan. Penelitian sebelumnya telah melakukan pengelompokkan titik panas menggunakan algoritme DBSCAN dengan aplikasi Shiny. Algoritme ... -
Analisis Trayektori Kabut Asap dari Kebakaran Lahan Gambut di Provinsi Riau menggunakan Algoritme Clustering Dbscan dan K-Means
Khairat, Hamidatul | Sitanggang, Imas Sukaesih | Nuryanto., Danang Eko (2016)Kabut asap merupakan salah satu dampak yang disebabkan oleh kebakaran hutan. Untuk mengetahui seberapa jauh pergerakan kabut asap dan dampak dari kebakaran hutan, pada penelitian ini dilakukan penentuan pola trayektori ... -
Penentuan Nilai Epsilon (Eps) Optimal Pada Algoritme Dbscan Untuk Mengelompokkan Data Titik Panas Pada Lahan Gambut Di Sumate
Rahmah, Nadia (2015)Pemantauan wilayah terjadinya titik panas dapat dilakukan dengan mengetahui penyebaran titik panas yang tersebar acak ataupun mengelompok. DBSCAN merupakan pengelompokkan berbasis kepadatan dari sejumlah data besar yang ...

