View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Karakteristik Bilah Bambu dan Buluh Utuh pada Bambu Tali dan Bambu Ampel

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (385.5Kb)
      BAB I (377.7Kb)
      BAB II (480.0Kb)
      BAB III (486.8Kb)
      BAB IV (597.5Kb)
      BAB V (374.6Kb)
      Cover (307.6Kb)
      Daftar Pustaka (379.2Kb)
      full text (1.131Mb)
      Lampiran (656.0Kb)
      Date
      2012
      Author
      Anas, Azhar
      Nugroho, Naresworo
      Bahtiar, Effendi Tri
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Bambu merupakan sumberdaya alam yang dapat digunakan sebagai sumber bahan baku pengganti kayu. Salah satu jenis bambu yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah bambu tali (Gigantochloa apus (Bl. Ex Schult.f.) Kurz) dan bambu ampel (Bambusa vulgaris Schrad.). Sebelum menentukan kegunaan suatu bahan baku, perlu diperhatikan sifat-sifat dasar bahan baku tersebut, yaitu sifat anatomi, sifat fisis, dan sifat mekanis. Beberapa penelitian sifat-sifat dasar bambu untuk engineering telah banyak dilakukan, namun penelitian tersebut sebagian besar menggunakan contoh uji berupa bilah bambu. Sementara itu, bambu sering digunakan dalam bentuk buluh utuh, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui apakah pengujian dengan bilah bambu setara dengan nilai bambu utuhnya. Penelitian ini menggunakan bambu tali dan ampel. Pengujian anatomi mengacu pada Pedoman Penuntun Praktikum Anatomi dan Identifikasi Kayu yang disusun oleh Pandit (1991), sedangkan sifat fisis berdasarkan Nuryatin (2000). Sementara contoh uji sifat mekanis pada bilah bambu mengacu pada standar ASTM D 143 – 94, sedangkan contoh uji sifat mekanis pada buluh utuh berdasarkan pada ISO 22157-1: 2004 yang dimodifikasi. Pengamatan sifat anatomi menunjukkan ikatan vaskuler pada bambu tali dan ampel memiliki ikatan bertipe III dan IV. Jumlah vaskuler/ mm2 dan proporsi luas vaskuler bambu tali dan bambu ampel menurun dari tepi ke dalam dan meningkat dari pangkal ke ujung. Pada bagian ruas bambu memiliki rata-rata KA 17,54%, BJ 0,69, kerapatan 0,81 g/cm3, penyusutan tebal 4,81%, penyusutan lebar 4,48%, pengembangan tebal 4,07%, pengembangan lebar 2,16%, MOE 126.438 kgf/cm2, MOR 1.264 kgf/cm2, kekuatan tekan sejajar serat 466 kgf/cm2, kekuatan tarik sejajar serat 2.627 kgf/cm2, dan kekuatan geser sejajar serat 101 kgf/cm2. Sedangkan bagian buku bambu memiliki rata-rata KA 18,52%, BJ 0,71, kerapatan 0,84 g/cm3, penyusutan tebal 4,32%, penyusutan lebar 5,68%, pengembangan tebal 2,48%, pengembangan lebar 1,64%, MOE 112.190 kgf/cm2, MOR 1.176 kgf/cm2, kekuatan tekan sejajar serat 387 kgf/cm2, kekuatan tarik sejajar serat 959 kgf/cm2, dan kekuatan geser sejajar serat 89 kgf/cm2. MOE pada buluh utuh lebih kecil 109,67% dari bilahnya dan MOR buluh utuh lebih kecil 228,69% dari bilahnya. Sedangkan kekuatan sejajar serat buluh utuh lebih besar 14,53% dari bilahnya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57712
      Collections
      • UT - Forestry Products [2465]

      Related items

      Showing items related by title, author, creator and subject.

      • Pemilahan Bambu Utuh untuk Jenis Bambu Andong (Gigantochloa psedoarundinaceae) dan Bambu Betung (Dendrocalamus asper) 

        Sancoko, Bayu Dwi | Nugroho, Naresworo | Karlinasari, Lina (2016)
        Bambu sering digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan pengganti kayu. Penentuan kekuatan bambu dapat dilakukan berdasarkan dua cara yaitu destruktif dan nondestruktif. Kegiatan pemilahan merupakan usaha untuk menentukan ...
      • Pengembangan Pemilahan Bambu Utuh Berdasarkan Metode Defleksi dan Kecepatan Gelombang Bunyi Ultrasonik untuk Jenis Bambu Hitam (Gigantochloa atroviolaceae) dan Bambu Tali (Gigantochloa apus) 

        Hutasuhut, Indah Pratiwi | Nugroho, Naresworo | Karlinasari, Lina (2016)
        Bambu adalah salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan baku pengganti kayu. Bambu mempunyai masa panen yang pendek yaitu hanya 3 sampai 5 tahun, potensinya cukup besar dibeberapa daerah dan bersifat renewable ...
      • Ciri bilah bambu dan buluh utuh pada bambu tali dan Bambu ampelfragrans) 

        Nugroho, Naresworo | Bahtiar, Effendi Tri | Anas, Azhar (2013-12)
        Bamboo is a natural resource that can be used as a basic commodity to substitute wood. To determine the use of a basic commodity, it is needed to study the basic characteristic of bamboo, in terms of anatomy, physical, and ...

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository