View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Teknologi Suplementasi dan Pakan Komplit pada Ransum Berbasis Jerami Padi terhadap Populasi Bakteri dan Protozoa Rumen

      Supplementation Technology and Complete Feed in Rice Straw Based Diet on Rumen Bacterial and Protozoal Population

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (925.6Kb)
      Cover (371.3Kb)
      Abstract (275.3Kb)
      BAB I (333.8Kb)
      BAB II (405.7Kb)
      BAB III (412.7Kb)
      BAB IV (385.1Kb)
      BAB V (273.3Kb)
      Daftar Pustaka (363.4Kb)
      Lampiran (427.3Kb)
      Date
      2012
      Author
      Sari, Fatma
      Tjakradidjaja,Anita S.
      Amrullah, Ibnu K.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      The purpose of this experiment is to investigate the effect of supplementation technology and complete feed in rice straw based diet on rumen bacterial and protozoal populations. This study was conducted using a factorial randomized block design 4 x 3 with five replicates. Factor A was four types of ration whereas factor B was incubation times: B1 = 1 hour, B2 = 3 hours, and B3 = 5 hours. The four types of ration were R1= 100% of rice straw on dry matter (DM) basis; R2 = 82.78% of rice straw + 17.22% of rice bran (DM basis); R3 = 80.39% of rice straw + 16.72% of rice bran + 2.89% of rich nutrient supplement (DM basis); R4 = 100% of complete feed consisting of 40% rice straw, 30.5% rice bran, 9% leaf meal, 8.5% fish meal, 10% molasses, 1% palm oil, and 1% mineral mix (DM basis). The result showed that cellulolytic bacteria were influenced by incubation time (P<0.05). The result of contrast orthogonal test showed that 1 hour incubation was the optimal time for cellulolytic bacterial growth. Protozoa, total bacteria, proteolytic, amilolytic and cellulolytic bacteria were not affected by treatments. It is concluded that supplementation technology and complete feed has not yet produced greater effects on rumen bacterial and protozoal population.
       
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari aplikasi teknologi suplementasi dan pakan komplit pada ransum berbasis jerami padi terhadap populasi bakteri dan protozoa rumen. Jerami padi adalah limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak. Zat-zat yang terkandung di dalamnya seperti selulosa sebenarnya masih dapat dimanfaatkan oleh sapi, namun terselubung oleh dinding keras, yakni silika dan lignin, sehingga sulit dicerna. Teknologi suplementasi merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan kemampuan mikroba terutama bakteri rumen dalam meningkatkan kapasitas ternak untuk mencerna jerami padi. Teknologi suplementasi yang dicobakan adalah dalam bentuk suplemen yang pemberiannya dipisahkan dari jerami padiatau digabungkan dengan jerami padi dalam bentuk pakan komplit. Suplemen yang dikembangkan adalah suplemen kaya nutrien yang mengandung bahan-bahan berikut: dedak padi, tepung daun (daun singkong, daun lamtoro, dan daun turi), tepung ikan, dan campuran mineral. Terdapat empat perlakuan, yaitu R1 (ransum mengandung 100% jerami padi), R2 (ransum mengandung 82,78% jerami padi dan 17,22% dedak padi), R3 (ransum mengandung 80,39% jerami padi, 16,72%, dedak padi dan 2,89% SKN), dan R4 (ransum mengandung 100% pakan komplit). Keempat ransum perlakuan ini difermentasi in vitro dengan metoda Tilley dan Terry (1963) yang dimodifikasi oleh Sutardi (1979), dan populasi bakteri dan protozoa dihitung pada waktu inkubasi 1, 3 dan 5 jam. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) berpola 4 x 3 dengan 4 perlakuan faktor A (ransum perlakuan) dan 3 perlakuan faktor B (waktu inkubasi) serta 5 ulangan. Peubah yang diamati antara lain populasi protozoa total, bakteri total, bakteri proteolitik, bakteri amilolitik, dan bakteri selulolitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu inkubasi memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap populasi bakteri selulolitik, sedangkan penambahan suplemen kaya nutrien di dalam ransum berbasis jerami padi tidak berpengaruh nyata terhadap populasi protozoa, bakteri total, bakteri proteolitik, bakteri amilolitik, dan bakteri selulolitik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah populasi bakteri selulolitik lebih dipengaruhi oleh waktu inkubasi, sementara itu pemakaian suplemen kaya nutrien dan pakan komplit pada ransum berbasis jerami padi belum dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap populasi protozoa dan bakteri rumen.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/54201
      Collections
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology [2933]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository