Performa Produksi dan Kecernaan Nutrien Sapi Peranakan Ongole yang Diberi Ransum Berbasis Jerami Padi dengan Suplementasi dan Ransum Komplit
Production Performance and Nutrient Digestibility of Peranakan Ongole Cows Given Feed Rice Straw Based Diet with Supplementation and Complete Feed
Abstract
Good quality forage in Rembang regency is difficult to obtain because climate is the limiting factor. Rice straw is then used as an alternative feed for Peranakan Ongole (PO) cows. However, rice straw is a low-quality feed indicated by the low palatability and low protein content. Good quality supplements should be given to complete the nutrient content of rice straw-based diet. Rich nutrient supplement (SKN) and complete feed can be formulated to meet the needs of PO cows, and these are the efforts to improve production performance of PO cows. The purpose of this experiment was to study the response of PO cows to the improvement of rice straw-based feed with supplementation and complete feed. The study was carried out using 16 PO cows that were randomly allocated in 4 groups as replications. The data were analyzed using analysis of variance and differences among tratments were tested by contrast orthogonal test. The treatments given were R1 (rice straw), R2 (R1 + rice bran 2 kg/day), R3 (R2 + SKN 0,4 kg/day), and R4 (complete feed). SKN was the supplement consisted of energi, protein, and mineral supplements. This SKN was also used and combined with rice straw to form complete feed. Variables observed were feed and nutrient consumptions, digestibility of nutrient, body weight gain (BWG), feed efficiency ratio (EPR), and income over feed cost (IOFC). The results showed that the use of rice bran, SKN and complete feed can improve the nutrient quality of rice straw-based feed and can improve nutrient consumtions. The results of this experiment were significant on dry matter (DM) and crude protein (CP) digestibilities (P<0.05), but did not significantly affect organic matter (OM) and energi digestibility. The pattern of DM and OM digestibility values tended to decrease from R1, R2, R3 to R4, but the pattern of CP and energi digestibility tended to increase. However, there was an increase of digested nutrients along with increased consumption. The treatment did not significantly affect BWG and EPR although the values had increase, and R2 produced the highest IOFC compared with R1, R3, and R4. The conclusion is, complete feed showed the best effect on PO cows performance, on the other hand, SKN did not showed good effect due to limitations in the amount that was given. Nevertheless SKN and rice bran supplementation can also improve the performance of PO cows. Hijauan berkualitas di daerah Kabupaten Rembang sulit didapatkan karena memiliki faktor pembatas yaitu iklim. Pada musim kemarau hijauan tidak dapat tumbuh secara optimal yang mengakibatkan turunnya produksi hijauan. Oleh karena itu, pakan alternatif digunakan untuk memenuhi kebutuhan zat makanan, terutama serat kasar. Salah satu pakan alternatif yang sering digunakan oleh peternak di daerah Kabupaten Rembang adalah jerami padi. Jerami padi merupakan limbah pertanian yang banyak tersedia, terutama pada musim panen, namun jerami padi merupakan pakan berkualitas rendah yang ditunjukkan dengan rendahnya kandungan nutrien dan juga palatabilitasnya. Peternak biasanya memberikan pakan jerami padi dengan disuplementasi dedak padi, namun dedak padi diberikan hanya sedikit saja yaitu 2 kg/ekor/hari, sehingga penggunaannya kurang dapat memenuhi kebutuhan nutrien ternak sapi. Suplemen yang berkualitas perlu diberikan untuk melengkapi kandungan nutrien ransum berbasis jerami padi. Pemberian suplemen kaya nutrien (SKN) dan ransum komplit dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ternak. Suplemen kaya nutrien terdiri dari suplemen energi, protein, dan mineral. Suplemen kaya nutrien juga digunakan bersama dengan jerami padi sehingga terbentuk ransum komplit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon sapi Peranakan Ongole (PO) terhadap perbaikan nutrien pakan berbasis jerami padi dengan pemberian SKN dan ransum komplit. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 16 ekor sapi PO dengan rata-rata bobot badan awal 304,31±30,1 kg yang dibagi kedalam 4 grup. Pemeliharaan dilaksanakan selama 40 hari yang terdiri dari 15 hari masa adaptasi dan 25 hari masa pengumpulan data. Ransum yang diberikan berupa ransum berbasis jerami padi dan air yang diberikan ad libitum. Perlakuan penelitian terdiri dari R1 (jerami padi ad libitum), R2 (R1 + dedak padi 2 kg/ekor/hari), R3 (R2 + SKN 0,4 kg/ekor/hari), dan R4 (ransum komplit berbasis jerami padi). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan atau kelompok. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum segar, konsumsi jerami padi (BK), konsumsi bahan kering (BK), konsumsi bahan organik (BO), konsumsi protein kasar (PK), konsumsi energi (TDN), kecernaan bahan kering (KCBK), kecernaan bahan organik (KCBO), kecernaan protein kasar (KCPK), kecernaan energi, pertambahan bobot badan harian (PBBH), efisiensi penggunan ransum (EPR), income over feed cost (IOFC). Data dianalisis dengan sidik ragam dan perbedaan di antara perlakuan diuji dengan ortogonal kontras serta dilakukan analisis regresi untuk melihat pengaruh TDN dan PK terhadap PBBH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan suplemen maupun ransum komplit memberikan pengaruh lebih baik dibandingkan dengan hanya diberi jerami padi saja. Perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap konsumsi jerami padi, BK, BO, dan PK (P<0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum segar dan TDN. Perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap KCBK (P<0,01) dan berpengaruh nyata terhadap KCPK (P<0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap KCBO dan kecernaan energi. Secara keseluruhan, nutrien tercerna meningkat dengan ada nya pengaruh perbaikan terhadap ransum berbasis jerami padi. Perlakuan tidak berpengaruh secara nyata terhadap PBBH dan EPR, namun baik PBBH maupun EPR menunjukkan peningkatan akibat pemberian suplementasi dan ransum komplit. Pengaruh suplementasi dan ransum komplit mampu meningkatkan IOFC/ekor/h, yang mana R2 menghasilkan IOFC terbesar. Hasil ini menunjukkan bahwa perbaikan ransum berbasis jerami padi dengan suplementasi dan ransum komplit berpotensi memperbaiki performa produksi sapi PO dan juga dapat meperbaiki kualitas ransum. Pemberian ransum komplit menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap performa sapi Peranakan Ongole (PO). Pemberian SKN belum menunjukkan pengaruh yang baik dikarenakan keterbatasan dalam jumlah pemberiannya. Meskipun demikian suplementasi SKN dan juga dedak padi dapat memperbaiki performa sapi PO. Oleh karena itu disarankan untuk memberikan SKN ataupun ransum komplit untuk memperbaiki kualitas ransum.
