Analisis Kinerja Keuangan PT. Bank Jabar Banten (Persero), Tbk. Periode 2008-2010
Abstract
Pada akhir tahun 2010 lalu kondisi perekonomian di Indonesia mengalami peningkatan. Membaiknya kondisi perekonomian nasional seiring dengan membaiknya stabilitas sistem keuangan yang didukung oleh kondisi sektor perbankan yang sehat dan kuat. Salah satu yang turut mendukung adalah Bank Jabar Banten yang terus memperluas jangkauan dengan membuka kantor-kantor cabang dan outlet pelayanan baru, baik untuk memperkuat keberadaannya di sentra-sentra pertumbuhan ekonomi yang telah ada, maupun untuk menangkap peluang di areaarea pertumbuhan baru, termasuk di luar propinsi Jawa Barat dan Banten. Dalam rangka restrukturisasi, bank jabar banten berhasil melakukan privatisasi melalui Initial Public Offering (IPO) dan menjadi perusahaan go public pada tanggal 8 Juli 2010 dan sudah tercatat pada Bursa Efek Indonesia. Akan tetapi yang masih perlu dilihat adalah apakah kinerja keuangan Bank jabar Banten sudah cukup baik dan memberikan nilai tambah secara ekonomis. Kini bank Jabar Banten telah menjadi perusahaan publik. Peningkatan kinerja keuangan juga harus terus menerus dilakukan oleh Bank Jabar Banten baik itu kinerja operasional, kinerja ekonomis maupun kinerja pasar untuk menarik minat para investor berinvestasi pada perusahaan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu: menganalisis perkembangan kinerja keuangan Bank Jabar Banten sebelum dan setelah go public dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan menggunakan rasio-rasio keuangan, Economic Value Added (EVA), dan Analisis Du Pont. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan neraca dan laba rugi Bank Jabar Banten tahun 2008-2010, dividen dan harga saham. Data dan informasi diolah secara manual dengan Microsoft Excel. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tingkat kinerja keuangan Bank Jabar Banten sebelum go public cenderung lebih baik daripada setelah go public apabila dilihat dari rasio profitabilitasnya seperti ROE perusahaan menunjukan pada tahun 2008 dan 2009 berturut-turut adalah 21,84% dan 22,93% lebih baik daripada tahun 2010 yang hanya sebesar 17,83%. Begitu pun halnya dengan nilai ROA pada tahun 2008 dan 2009 sebesar 2,08% dan 2,19% lebih baik daripada tahun 2010 yang sebesar 2,05%. Sedangkan apabila dilihat pada nilai NPM perusahaan mengalami peningkatan setiap tahunnya sebelum maupun setelah go public, yaitu pada tahun 2008 sebesar 16,66% meningkat menjadi 16,85% pada tahun 2009 dan untuk tahun 2010 meningkat menjadi 17,21%. Begitupun halnya dengan tingkat kecukupan modal yang juga mengalami peningkatan setiap tahunnya yaitu 15,06% pada tahun 2008 meningkat menjadi 21,19% pada tahun 2009 dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 22,85%. Apabila dilihat dari nilai EVA perusahaan sebelum go public lebih baik dibandingkan dengan setelah go public, nilai EVA pada tahun 2008 dan 2009 mengalami peningkatan sekitar sebesar 43 persen dimana nilai EVA pada tahun 2008 adalah sebesar Rp. 1.441.883 juta meningkat menjadi Rp. 2.061.571 juta, sedangkan apabila dilihat setelah go public yakni pada tahun 2010 nilai EVA mengalami penurunan dibandingankan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 1.004.237 juta.
Collections
- UT - Management [3631]
