Perbandingan Model Regeresi Probit dan REGEE
Abstract
Pada berbagai penelitian, peubah-peubah yang diamati banyak merupakan data
kategorik termasuk data biner. Dalam pemodelan data biner, terdapat sejumlah responden
yang membuat proporsi pengamatan menjadi tidak saling bebas. Bila kebebasan antar
pengamatan tidak dipenuhi, akan mengakibatkan terjadinya overdispersi. Munculnya
overdispersi dalam pengamatan data biner disebabkan oleh: adanya keragaman dalam
peluang respon dan adanya korelasi antar peubah respon. Data yang bersifat longitudinal,
biasanya ada korelasi antar pengamatan sehingga terjadi overdispersi. Analisis yang sering
digunakan untuk data longitudinal dengan respon biner adalah metode logistik atau probit.
Analisis dengan metode tersebut dengan asumsi tidak ada korelasi antar pengamatan.
Salah satu alternatif metode analisis yang memperhatikan adanya korelasi antar peubah
respon adalah REsistent General Estimating Equation (REGEE).
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan metode regresi probit dengan
metode REGEE dalam menganalisis data longitudinal yang peubah responnya bersifat
biner. Data yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu data hasil bangkitan (simulasi)
dengan bantuan komputer yang menyebar Bernoulli (0,1). Data bangkitkan tersebut terdiri
atas n, yang sama (4 kali pengamatan) dan n, yang berbeda (2, 3 dan 4 kali pengamatan),
dimana antar pengamatan mempunyai korelasi yang seragam.


